Siapkan Rp 22 Triliun, Pemerintah Tata Sanitasi dan Kawasan Kumuh

Kompas.com - 02/09/2019, 08:32 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menganggarkan dana Rp 22 triliun melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk penyediaan air minum, sanitasi dan penataan kawasan kumuh.

Selain itu, anggaran tersebut juga akan digunakan untuk pelaksanaan tugas tambahan yakni pembangunan saranan dan prasarana pendidikan, olahraga, dan pasar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, peningkatan akses air minum dan sanitasi diperlukan guna mencapai target nasional 100 persen air minum aman, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi layak.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan, akses air minum yang telah terlayani pada 2014 mencapai 72,55 persen. Sedangkan akses sanitasi baru mencapai 62,14 persen.

Baca juga: Kementerian PUPR Siap Bantu Pemda Relokasi Warga di Kawasan Kumuh

Program air minum dan sanitasi ini menjadi prioritas Kementerian PUPR, juga untuk mendukung program percepatan pengentasan dan pencegahan stunting.

Layanan akses sanitasi mendapat alokasi anggaran Rp 4,42 triliun, yang akan digunakan untuk pengelolaan air limbah dengan target 607.139 KK melalui Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik (SPALD) di Kota Medan, Kota Pekanbaru, Kota Jambi, Kota Palembang, Kota Makassar dan DKI Jakarta.

Selain itu juga penanganan sampah untuk 1.671.787 KK antara lain melalui pembangunan Tempat Pemrosesan akhir ( TPA) Regional Mammitarang (Manado, Minahasa, Minahasa Utara & Bitung), TPA Regional Talumelito (Gorontalo), dan TPA Cipeucang Tangerang Selatan.

Kemudian TPA Tanah Bumbu, TPA Pesisir Selatan, TPA Dairi, TPA Regional Piyungan dan TPA Kendal. Selain itu juga untuk pengelolaan drainase 15.480 KK dan infrastruktur Penyehatan Lingkungan Permukiman (PLP) berbasis masyarakat untuk 74.710 KK.

Sementara itu, untuk penyediaan air minum anggaran yang dianggarkan sebesar Rp 4,47 triliun.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan Sistem Pengolahan Air Minum ( SPAM) 1.874 liter per detik di Wosusokas, Batu Mentas Belitung, Bintang Bano, dan Raknamo. Peningkatan kapasitas SPAM sebesar 960 liter per detik antara lain di Regional Kartamantul II, Regional Banjarbakula II, SPAM IKK Way Ratai Pesawaran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X