Kompas.com - 26/08/2019, 13:00 WIB
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan, standarisasi ukuran perumahan menjadi kunci bagi tumbuhnya industri ini.

Oleh karena itu, pemerintah selama ini terus menekankan pentingnya standarisasi tersebut kepada para pengembang perumahan.

"Standarisasi ukuran jendela, pintu, kusen. Sehingga itu jadi industri perumahan," kata Basuki saat sarasehan dan peluncuran buku Sejarah Perumahan dan Kamus Istilah Perumahan di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (26/7/2019).

Ia menyatakan, pemerintah tentu tidak bisa hanya sekedar menghadirkan perumahan bagi masyarakat tanpa menghidupkan industrinya.

Dengan standarisasi ini, industri perumahan diharapkan dapat lebih berkembang dari sebelumnya. Apalagi potensi industri ini masih cukup besar, mengingat angka backlog perumahan yang masih cukup tinggi.

"Tidak bisa hanya pembangunan perumahan, juga industri perumahan. Tanpa standarisasi, industri perumahan tidak akan berkembang," ujarnya.

Berdasarkan data pemerintah, saat ini backlog perumahan mencapai 7,6 juta unit. Dalam lima tahun ke depan, pemerintah menargetkan backlog perumahan dapat turun hingga menjadi juta unit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.