Pindah ke Kalimantan Timur, Begini Ibu Kota Baru akan Dibangun

Kompas.com - 22/08/2019, 16:30 WIB
Visualisasi penjabaran dari pendekatan visi ketiga. Kementerian PUPRVisualisasi penjabaran dari pendekatan visi ketiga.

DEPOK, KOMPAS.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan A Djalil telah memastikan, ibu kota baru bakal pindah ke Kalimantan Timur.

Namun soal kepastian lokasi spesifik dan nama kawasannya, Sofyan memilih untuk merahasiakannya. 

Baca juga: Menteri ATR Sebut Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, ibu kota baru akan dibangun dengan mengusung empat visi yaitu sebagai simbol identitas bangsa; dan smart, green, beautiful, dan sustainable

Kemudian, modern dan berstandar internasional; serta memiliki tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien.

Lantas, seperti apa kira-kira wilayah ibu kota baru akan dibangun?

Baca juga: Ini Dia Gagasan Desain Ibu Kota Baru di Kalimantan

Pertama dari aspek smart dan intelligent city. Penerapan konsep ini akan diwujudkan dengan pembangunan infrastruktur yang memudahkan pergerakan manusia dan pengolahan limbah.

Hal itu seperti integrated information system, intelligent transport system, smart water management system hingga smart waste management. 

"Dulu kita selalu mengeluh, transportasi publik di Jakarta itu suka ngebut, suka berhenti sembarangan. Masalah itu bisa diatasi kalau menggunakan smart transportation system, termasuk tadi kendaraan listrik," urai Bambang di Universitas Indonesia, Depok, Kamis (22/8/2019).

Kemudian dalam konsep green city, pembangunan ruang terbuka hijau akan mencapai 50 persen dari total luas wilayah ibu kota.

Rendering Monumen PancasilaKementerian PUPR Rendering Monumen Pancasila
Selain itu, pemanfaatan energi terbarukan dan rendah karbon akan dimaksimalkan, serta efisiensi dan konversi energi terutama dengan pembangunan gedung berkonsep green building.

"Kenapa kita harus ngomong green melulu dari tadi? Singapura itu sama dengan Jakarta, panas. Tapi mereka tidak berdiam diri. Pohon diintensifkan, sehingga sistem penghijauan di Singapura itu bisa turun sampai 2 derajat," terang Bambang.

Baca juga: Siapakah Urban Planner Ibu Kota Baru di Kalimantan?

Dari segi infrastruktur, imbuh dia, yang akan dibangun meliputi transportasi publik, waste water treatment system/sewarage, solid waste system, drainage system, power supply and renewable energy, information and communication technology, airport dan seaport, hingga drinking water and water treatment system.

"Di sana nanti kita akan pakai tap water. Jadi bisa minum tanpa beli air mineral. Kenapa beli air mineral? Karena kita harus keluarkan uang dan itu mengurangi daya beli kita. Kedua, kebanyakan yang dijual pasti botol plastik," ujarnya.

"Jadi semakin kita haus, semakin kita meningkatkan konsumsi, semakin tergerus daya beli kita, dan semakin kotor lingkungan kita," imbuh Bambang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X