Konstruksi Underpass Bandara NYIA Selesai Tahun Ini

Kompas.com - 22/08/2019, 14:48 WIB
Suasana Bandara Internasional Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Pihak PT Angkasa Pura I menyebut bandara ini sudah melebihi kapasitas yang seharusnya, sehingga untuk meningkatkan pelayanan dibutuhkan bandara baru bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Suasana Bandara Internasional Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (26/1/2018). Pihak PT Angkasa Pura I menyebut bandara ini sudah melebihi kapasitas yang seharusnya, sehingga untuk meningkatkan pelayanan dibutuhkan bandara baru bernama New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo.

JAKARTA, KOMPAS.com - Progres konstruksi pekerjaan underpass New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo hingga kini telah mencapai 74,3 persen.

Underpass yang dibangun sejak tahun lalu itu dirancang sepanjang 1,3 kilometer.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan underpass ini bertujuan agar akses Jalan Nasional Pantai Selatan (Pansela) Jawa yang menghubungkan Purwokerto dan Yogyakarta tetap terbuka karena pembangunan Bandara Kulonprogo memotong jalan Pansela yang lama. 

“Ini merupakan underpass terpanjang, bagian dari Jalan Nasional Pansela Jawa. Dalam pembangunannya, faktor keamanan harus betul-betul diperhatikan,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Rabu (21/8/2019).

Konstruksi underpass yang dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT MCM ini ditargetkan selesai tahun 2019 ini.

Baca juga: Dukung Bandara Kertajati, Konstruksi Tol Cisumdawu Dikebut

Pekerjaan konstruksi utama atas underpass yang dibangun dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp 293,18 miliar ini meliputi pembangunan struktur underpass, penggalian tanah, dan pembuatan drainase.

Konstruksi underpass dilengkapi dengan fasilitas rumah pompa untuk mengantisipasi terjadinya genangan air saat turun hujan.

Dinding underpass akan dihiasi ornamen dengan tema kearifan lokal seperti motif batik khas Yogyakarta untuk menambah nilai estetika. 

Selain underpass, juga telah dibangun Bendung Kamijoro yang terletak di antara perbatasan Kabupaten Kulon Progo dengan Kabupaten Bantul oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak.

Bendung senilai Rp 229 miliar ini telah rampung tahun 2018 dan menjadi sumber air baku ke Kawasan Perekonomian Terpadu Kabupaten Kulon Progo sebesar 500 liter per detik, termasuk untuk penyediaan air minum ke Bandara NYIA sebesar 200 liter per detik.

Di samping itu juga tengah disiapkan pembangunan infrastruktur pengendalian banjir untuk Bandara NYIA, berupa pengaman air rob dari Pantai Glagah dan drainase sekitar bandara.

Infarastruktur lainnya adalah pembangunan pengendalian banjir dari luapan Daerah Aliran Sungai Bogowonto dan Sungai Serang.

Anggaran pembangunannya sebesar Rp 256,5 miliar dengan masing-masing sebesar Rp 205 miliar untuk Sungai Bogowonto dan sebesar Rp 51,5 miliar untuk Sungai Serang.

Seluruh pembangunan fisik rencananya mulai dikerjakan pada tahun 2020



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X