Pemerintah Bisa Raup Rp 150 Triliun Lebih dari Tukar Guling Aset

Kompas.com - 08/08/2019, 12:30 WIB
Ilustrasi propertiFREEPIK Ilustrasi properti

JAKARTA, KOMPAS.com - Senior Associate Director Knight Frank Indonesia Hasan Pamudji mengatakan, pemerintah bisa mendapatkan lebih dari Rp 150 triliun dari hasil tukar guling sejumlah aset.

Hal ini dimungkinkan, karena lokasi aset tanah dan bangunan milik pemerintah berada di kawasan premium, yakni pusat bisnis Jakarta seperti Rasuna Said, Medan Merdeka, dan Sudirman-Thamrin.

"Saya kira bisa, tapi saya belum hitung. Aset negara kan banyak. Tapi apakah bisa lebih dari Rp 150 triliun, bisa," kata Hasan menjawab Kompas.com, Rabu (7/8/2019).

Pada umumnya, ia menjelaskan, pembangunan gedung perkantoran maupun apartemen di kawasan tersebut sudah terbilang mahal.

Selain dikarenakan harga perolehan lahan, juga karena biaya konstruksi bangunan yang demikian tinggi.

Baca juga: Ketimbang Ditukar Guling, Aset Negara Diusulkan Dikelola BUMN

Hasan mencontohkan, untuk membangun sebuah gedung Grade A, paling tidak dibutuhkan biaya sekitar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per meter persegi. Padahal, bangunan di sekitar kawasan tersebut memiliki ketinggian rata-rata di atas 15 lantai.

"Misalnya harga tanah 10.000 meter persegi, per meternya berapa? Rp 100 juta sampai Rp 200 juta. Itu baru tanah. Belum konstruksi, kalau bangunan mungkin bisa 50.000 meter persegi, kali per meter perseginya sudah berapa?" ungkapnya.

Namun, tidak semua bangunan milik pemerintah tergolong bangunan Grade A. Bila dalam perawatannya kurang maksimal, bisa saja bangunan tersebut turun menjadi Grade B.

"Kecuali gedung baru ya di kawasan Rasuna Said dan lain-lain itu Grade A," cetus Hasan.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X