Semester I-2019, Pendapatan 3 Emiten Konstruksi Pelat Merah Anjlok

Kompas.com - 06/08/2019, 16:23 WIB
Ilustrasi konstruksi. RhumbixIlustrasi konstruksi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga dari empat kontraktor pelat merah mencatatkan pertumbuhan pendapatan lebih rendah pada Semester I-2019 dibandingkan Semester I-2018.

Hanya PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk yang berhasil meraup pertumbuhan lebih tinggi pada semester pertama ini, dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi atas laporan keuangan yang dikutip Kompas.com dari laman Bursa Efek Indonesia, Selasa (6/8/2019), PT Waskita Karya (Persero) Tbk menempatkan diri sebagai emiten konstruksi dengan pendapatan usaha tertinggi yaitu Rp 14.795.052.943.152.

Namun, bila dibandingkan dengan pendapatan pada Semester I-2018, emiten berkode WSKT itu justru anjlok 35,39 persen atau menjadi yang tertinggi dibandingkan perusahaan lain.

Saat itu, pendapatan usaha WSKT mencapai Rp 22.899.801.069.769. Penurunan pendapatan ini sekaligus membukukan WSKT menjadi emiten konstruksi pelat merah dengan penurunan tertinggi dibandingkan emiten lainnya.

Baca juga: Jadi Pemrakarsa, Waskita Yakin Menangi Tender Tol Balikpapan-PPU

Sementara itu dari sisi laba kotor, perseroan hanya mampu mencatat pertumbuhan Rp 2.913.959.147.870 atau lebih rendah 38,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 4.728.737.379.712.

Dalam empat tahun terakhir, WSKT justru mengerjakan infrastruktur utama jalan tol. Program infrastruktur pemerintah dianggap sebagai peluang besar menambah pendapatan perseroan.

"Dengan senang hati kami melihat program pemerintah yang masih mengutamakan infrastruktur. Tentu yang jadi prioritas, Waskita sangat siap mengerjakan tol-tol berikutnya. Salah satunya kita menginisiasi tol di Kalimantan, karena di Jawa ini sudah mature,” kata Dirut Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra saat bertandang ke Menara Kompas, Selasa (9/7/2019) lalu.

Posisi berikutnya untuk pendapatan tertinggi dipegang PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Emiten bersandi WIKA itu berhasil membukukan pendapatan bersih Rp 11.363.654.952. Namun, jumlah tersebut turun 12,43 persen bila Semester I-2018 yang mencapai Rp 12.977.368.563.

Dari sisi laba usaha, perseroan mencatat Rp 898.795.655 pada semester pertama tahun ini atau turun 17,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 1.084.842.655.

Sedangkan dari sisi laba bersih mengalami lonjakan tajam 60,47 persen yaitu dari Rp 632.523.258 pada Semester I-2018 menjadi Rp 1.015.047.924 periode yang sama tahun ini.

Sementara itu PT PP (Persero) Tbk yang menjadi satu-satunya emiten konstruksi yang mencatatkan pertumbuhan pendapatan positif, berhasil mencetak pendapatan Rp 10.723.894.657.975 atau naik 12,79 persen dibandingkan Semester I-2018 yakni Rp 9.507.150.577.951.

Dari sisi laba kotor juga mengalami penurunan tipis 0,09 persen yaitu dari Rp 1.462.781.577.610 di Semester I-2018 menjadi Rp 1.462.643.265.385 di Semester I-2019.

Pendapatan emiten paling bontot dipegang PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Emiten berkode ADHI tersebut hanya meraup pendapatan usaha Rp 5.426.191.199.129.

Angka ini merosot Rp 656.514.920.942 atau sekitar 10,79 persen dibandingkan Semester I-2018 yang mencapai Rp 6.082.706.120.071.

Demikian halnya dengan laba usaha yang merosot Rp 117.425.819.135 atau sekitar 18,53 persen, yaitu dari Rp 633.469.445.454 menjadi Rp 516.043.626.319 pada Semester I-2019.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X