TOBA SAMOSIR, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyatakan pembangunan Danau Toba sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) akan dilangsungkan secara paralel.
Termasuk untuk pengembangan daerah wisata maupun aksesibilitas menuju lokasi wisata tersebut.
“Paralel dikerjakan dua-duanya bersama-sama,” kata Presiden di lokasi pembangunan Jembatan Tano Ponggol, Toba Samosir, Sumatera Utara, Rabu (31/7/2019).
Sudah tiga hari Presiden dan Ibu Negara Iriana Jokowi berada kawasan Danau Toba.
Baca juga: Presiden Tegaskan, Investor yang Lambat Bangun Danau Toba akan Diganti
Dalam kunjungan pada hari ini, Presiden bertandang ke Kampung Adat Batu Persidangan di Kampung Huta Siallagan, Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7) pagi.
Setelah itu, Presiden juga menyempatkan diri meninjau Pasar Onan Baru Pangururan, Kabupaten Samosir.
Presiden Joko Widodo saat mendengarkan penjelasan terkait sejumlah proyek infrastruktur yang dibangun gunan menunjang sektor pariwisata di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Rabu (31/7/2019).“Saya juga cek juga jalan keliling di Pulau Samosir, sudah selesai. Sudah selesai lah tinggal 21 kilometer. Tahun ini rampung,” ucap Presiden.
Preservasi dilakukan dengan meningkatkan kualitas jalan mengikuti standar nasional yakni 2-7-2. Artinya, bahu jalan 2 meter pada masing-masing kanan dan kiri, serta lebar lajur masing-masing 3,5 meter.
Baca juga: Tahun 2020, Pemerintah Kucurkan Rp 2,4 Triliun untuk Danau Toba
Adapun untuk pekerjaan pelebaran dan pendalaman alur Tano Ponggol, Presiden mengungkapkan, nantinya alur yang memisahkan antara Pulau Samosir dan daratan Sumatera ini dapat dilewati kapal pesiar.
Dengan demikian, wisatawan yang hendak mengelilingi Pulau Samosir memiliki alternatif selain melalui jalur darat.
“Ini selesai karena ini pekerjaan besar yang dilebarkan 80 meter. Sehingga nanti kapal itu bisa muter pulau samosir. Kira-kira begitu,” ungkap Presiden.
“Termasuk dermaga dan pelabuhan akan diselesaikan semuanya sehingga kapalnya juga akan dibelikan lagi, ditambah,” imbuh dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menambahkan, penguatan sumber daya manusia juga akan dilakukan agar masyarakat dapat semakin siap dalam menghadapi wisatawan yang kelak akan datang. Terlebih, sesuai rencana Danau Toba akan menjadi KSPN bertaraf internasional.
“SMK di sini beberapa akan kita switch menjadi SMK pariwisata. Ini paralel semuanya enggak bisa hanya produknya saja tapi SDM-nya tidak,” tutup Presiden.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.