Mitsubishi dan Sirius Surya Garap Proyek 700 Juta Dollar AS di Bekasi

Kompas.com - 31/07/2019, 16:19 WIB
Signing Ceremony Sirius Surya Sentosa dan Mitsubishi Corporation Indonesia untuk proyek Vasanta Innopark. Dari kiri ke kanan Direktur Marketing SSS Ming Ling, CEO SSS Erick Wihardja, Managing Director MCI Kenzi Shimazaki, dan Presiden Direktur BFIE Yoshihiro Kobi, Rabu (31/7/2019) KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERSigning Ceremony Sirius Surya Sentosa dan Mitsubishi Corporation Indonesia untuk proyek Vasanta Innopark. Dari kiri ke kanan Direktur Marketing SSS Ming Ling, CEO SSS Erick Wihardja, Managing Director MCI Kenzi Shimazaki, dan Presiden Direktur BFIE Yoshihiro Kobi, Rabu (31/7/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan infrastruktur di koridor timur Jakarta yang demikian masif membangkitkan keyakinan pasar dan investor sektor properti.

Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 yang terhubung dengan Tanjung Priok dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek serta Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated yang konstruksinya terus digenjot serta Tol Jakarta-Cikampek Selatan dan rencana perpanjangan trase Light Rail Transit (LRT) memengaruhi pamor koridor timur sebagai kawasan yang menjanjikan.

Hal inilah yang memotivasi Mitsubishi Corporation Indonesia bersedia berkolaborasi dengan PT Sirius Surya Sentosa (SSS) membangun Vasanta Innopark di kawasan MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat.

Marketing Director Mitsubishi Corporation Indonesia Kenji Shimazaki menuturkan ketertarikan perusahaannya menggarap wilayah timur Jakarta adalah karena potensi dan peluang yang menjanjikan.

Baca juga: Vasanta Group Optimistis Raup Rp 450 Miliar dari Menara Botan

"Betul ini adalah proyek kedua kami setelah Orange County di Lippo Cikarang. Bedanya, Vasanta Innopark untuk segmen di bawahnya yang pasarnya lebih luas. Jadi peluangnya sangat menjanjikan," tutur Kenji menjawab Kompas.com, Rabu (31/7/2019).

Terlebih, kawasan MM2100 menurut Presiden Direktur PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk Yoshihiro Kobi, merupakan rumah bagi 364 perusahaan yang mempekerjakan 130.000 karyawan.

Sebanyak 60 persen dari perusahaan yang beroperasi itu berasal dari Jepang, dan sisanya dari Korea, serta negara lain.

"Dan ekspatriat yang bekerja di kawasan ini sekitar 4.000 orang. Mereka tentu saja membutuhkan hunian representatif," sebut Kobi.

Belum lagi jika dihitung secara keseluruhan, dari total 4.000 perusahaan di 7 kawasan industri wilayah timur Jakarta ini, perusahaan Jepang mendominasi dengan 62 persen.

"Ekspatriatnya sekitar 25.000 orang. Pangsa pasar yang cukup besar," imbuh Kobi.

Mempertimbangkan statistik tersebut, mafhum jika Mitsubishi jeli menangkap peluang tersebut dan mengambil porsi 49 persen, dari total kebutuhan investasi 700 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 9,8 triliun.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X