Renovasi Rumah Adat Gorga Telan Anggaran Rp 20 Miliar

Kompas.com - 30/07/2019, 10:00 WIB
Kondisi jalan ring road Pulau Samosir pascakegiatan preservasi. Saat ini, mayoritas ruas jalan telah beraspal dan mengikuti standar ruas jalan nasional. KOMPAS.com/DANI PRABOWOKondisi jalan ring road Pulau Samosir pascakegiatan preservasi. Saat ini, mayoritas ruas jalan telah beraspal dan mengikuti standar ruas jalan nasional.

SAMOSIR, KOMPAS.com - Sekitar 40 rumah adat gorga yang berada di Huta Raja, Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan, Kecamatan Pangaruruan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, bakal direvitalisasi pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut Dirjen Cipta Karya Danis H Sumadilaga, revitalisasi ini dilaksanakan tak hanya untuk memperbaiki kondisi rumah yang sebagian besar sudah mulai rusak akibat telah dibangun ratusan tahun yang lalu, tetapi juga untuk mempertahankan aspek budaya yang ada di wilayah tersebut.

“Kita juga bisa mempertahankan heritage dari bangunan bangunan itu, dan juga kita dukung dengan fasilitas-fasilitas,” kata Danis kepada Kompas.com saat berada di lokasi, Senin (29/7/2019).

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 2,4 Triliun untuk Danau Toba, Bangun Apa Saja?

Setidaknya, anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi sebuah rumah mencapai Rp 300 juta.

Selain itu, juga akan dilakukan penataan kawasan serta penggantian rumah warga yang telah beralih menjadi bangunan yang lebih modern. Bangunan tersebut nantinya akan diganti dengan rumah gorga yang baru.

“Kalau tadi yang teridentifikasi dari informasi saja ada 40, nanti kita survei lagi. Tapi mungkin beberapa bangunan yang itu tidak semua itu,” cetus Danis.

“Untuk anggaran kami hitung dulu. Kalau saya dari rumah ya dengan 40 gitu mungkin antara Rp 15 miliar hingga Rp 20 miliar,” imbuh dia.

Baca juga: Yori Antar Rancang KSPN Danau Toba Lebih Futuristik Berkarakter Lokal

Rencananya, revitalisasi ini akan melibatkan arsitek kawakan Yori Antar untuk mempertahankan nilai-nilai kebudayaan yang ada.

Ia pun memastikan bahwa masyarakat akan mendapat keuntungan dari revitalisasi ini.

“Nanti rumah direhabailitasi jadi homestay, supaya ada income, jadi masyarakatnya ikut menikmati dampak pembangunan pariwisata,” kata Yori.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X