Ringan hingga Anti-gempa, Berikut Manfaat Bambu

Kompas.com - 18/07/2019, 22:00 WIB
instalasi seni Bambu Getih Getah di Bundaran HI, Kamis (16/8/2018). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARinstalasi seni Bambu Getih Getah di Bundaran HI, Kamis (16/8/2018).

"Ada pemeo baru-baru ini, bambu disebut the green steel, atau baja hijau," ujar Andrea.

Dia menambahkan, ini karena bambu memiliki serta melampaui kekuatan daya tarik baja dengan diameter yang sama.

Meski begitu, hal ini baru terbukti di laboratorium. Dalam prakteknya, Andrea mengungkapkan masih banyak tantangan untuk merancang bangunan berbahan bambu.

Tahan angin

Selain ramah gempa, bambu juga tahan angin. ni karena bangunan yang terbuat dari bambu cenderung tidak tertutup dan memiliki banyak pori-pori sebagai jalur angin.

Ketahanan terhadap angin juga bisa ditingkatkan dengan bermain pada bukaan atap. Chiko mengungkapkan, pada batang bambu banyak celah fleksibel yang bisa dilalui angin.

Namun, Chiko mengingatkan, ketahanan terhadap angin ini tidak sepenuhnya mutlak.

"Yang ditakutkan puting beliung karena bambu termasuk bangunan ringan," ucap dia.

Mudah ditemukan

Andrea mengungkapkan, dibandingkan kayu, bambu lebih mudah ditemukan terutama di Asia Tenggara. Bahan ini mudah didapat karena tidak memerlukan waktu lama untuk panen.

Sementara kayu lebih mahal dan langka karena harus menunggu selama puluhan tahun agar cukup kuat untuk bisa digunakan sebagai bahan bangunan.

Dibandingkan kayu, bambu hanya membutuhkan waktu selama tiga tahun untuk bisa dipanen.

"Ini karena bambu tergolong rerumputan," ucap Andrea.

Bambu juga bisa digunaka sebagai salah satu material jembatanKompas.com/ROSIANA HARYANTI Bambu juga bisa digunaka sebagai salah satu material jembatan
Tanaman bambu hidup lebih lama

Diabnding dengan bahan kayu, tanaman bambu dpat hidup lebih lama. Andrea mengatakan, setiap tanaman bambu bisa hidup hingga 70 sampai 100 tahun.

"Kalau kita lihat di Kebun Raya Bogor, itu banyak bambu uang masih individu sama yang pertama ditanam sejak kebun itu dibuka," ujar dia.

Ketika batang bambu dipanen, maka tanaman induknya tidak lantas langsung mati. Berbeda dengan kayu yang jika ditebang maka tanamannya induknya langsung mati.

Dengan demikian, dari sis siklus alam, bambu lebih sesuai untuk dipakai sebagai material bangunan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X