Peritel Asing Bidik Surabaya

Kompas.com - 12/07/2019, 18:06 WIB
Pusat belanja Tunjungan Plaza, Surabaya.tunjungan plaza Pusat belanja Tunjungan Plaza, Surabaya.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Surabaya. Ini adalah kota yang menarik para investor dan peritel asing dalam lima tahun terakhir.

Tidak saja karena pengelolaan kota yang cerdas, transparan, dan berkualitas di bawah kepemimpinan Tri Rismaharini, melainkan juga meningkatnya level konsumsi serta daya beli kalangan menengah ke atas.

Dalam riset Colliers International, peritel asing dan juga domestik terutama untuk kelas menengah atas, terus melanjutkan penetrasi pasar dengan melakukan ekspansi besar-besaran di Kota Pahlawan ini.

Tercatat Max Fashion, peritel busana asal Dubai, ikut meramaikan pasar ritel Surabaya. Mereka membuka gerai perdananya di Tunjungan Plaza 6 milik PT Pakuwon Jati Tbk.

Menyusul peritel internasional lainnya yakni H&M, LC Waikiki, Uniqlo, Pull and Bear, Zara, dan Stradivarius. 

Baca juga: Surabaya Diprediksi Kebanjiran Pasokan Apartemen

"Dengan sejumlah merek asing ini, tak mengherankan bila Surabaya diprediksi bakal menjadi penentu tren busana masa depan untuk kawasan timur," kata Head of Research Colliern International Ferry Salanto dalam paparannya Property Market Jakarta, Surabaya, and Bali 2019.

Dia melanjutkan, jika pusat belanja segmen menengah atas dipenuhi peritel asing, sebaliknya dengan pusat belanja kelas atas yang justru lebih diminati peritel dalam negeri.

Menurut Ferry, peritel lokal memenuhi pusat belanja kelas atas dengan komposisi mencapai 60 persen.

Ada pun secara keseluruhan, hingga kuartal II-2019, ruang pusat belanja baru yang terserap sekitar 11.883 meter persegi.

Sedangkan secara tahunan, sepanjang 2018 lalu, ruang perbelanjaan yang terserap seluas 14.550 meter persegi.

Perubahan gaya hidup

Yang menarik adalah fenomena Galaxy Mall 3 yang berdampak signifikan pada pasokan kumulatif pusat belanja di Surabaya hingga mencapai 1,14 juta meter persegi.

Baca juga: Ada Smelter Freeport, Pasar Apartemen Sewa Surabaya Meningkat

Mal ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan gaya hidup warga kota Surabaya yang mengalami transformasi drastis, melalui perbaruan komposisi penyewa yang didominasi peritel food and beverages, hobi, entertainment dan atraksi.

Hal serupa juga terjadi di pusat-pusat belanja lainnya seperti Ciputra World Surabaya, Tunjungan Plaza, dan Pakuwon Supermall. Hasilnya, tingkat hunian relatif stabil pada angka 80 persen.

Hingga 2021 mendatang, Surabaya akan diramaikan oleh lima pusat belanja baru dengan tital luas mencapai 140.000 meter persegi.

Kelima pusat belanja itu adalah Ciputra World Surabaya 2, East Coast Center 2, Capital Square, Lagoon Avenue Sungkono, dan Lagoon Avenue Dharmahusada.

Taruf sewa yang dipatok 20 persen lebih rendah dari pusat belanja Jakarta, yakni serentang Rp 600.000 dan Rp 650.000 per meter persegi per bulan.

 

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X