Surabaya Diprediksi "Kebanjiran" Pasokan Apartemen

Kompas.com - 07/07/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi apartemen kecil. Apartementtherappy.comIlustrasi apartemen kecil.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak hanya ruang perkantoran, Surabaya akan dibanjiri pasokan unit apartemen strata pada tahun ini. Kondisi tersebut diperkirakan membuat persaingan harga jual apartemen di Kota Pahlawan itu kian ketat.

Berdasarkan data Colliers International Indonesia, sebanyak 17.478 unit apartemen diperkirakan bakal hadir di kota ini sepanjang 2019. Dari jumlah tersebut, hingga semester pertama tahun ini, baru 1.235 unit apartemen yang telah selesai.

Saat ini, total stok apartemen yang ada mencapai 36.233 unit, naik 3,2 persen bila dibandingkan Semester II-2018 dan 49 persen bila dibandingkan Semester I-2017.

Baca juga: Kuartal II-2019, Penjualan Apartemen Stagnan

"Jadi bisa dibayangkan dengan tambahan pasokan begini, seperti apa nanti daya serapnya. Karena kemampuan daya serap dari tahun ke tahun tidak akan bertambah drastis," ucap Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Kendati prediksi pasokan cukup besar tahun ini, namun dalam empat tahun ke depan pasokan yang masuk tidak akan terlalu besar. Secara akumulasi total tambahan pasokan dari 2019-2023 bakal mencapai 34.334 unit.

Dari jumlah tersebut, 54 persen di antaranya merupakan kelas menengah ke bawah, 42 persen kelas menengah atas, dan 4 persen kelas atas.

Ferry menambahkan, persaingan antar developer menyebabkan harga jual tak bisa mengalami kenaikan signifikan.

Sebab, hal ini didorong pertumbuhan serapan apartemen yang ketat, yakni hanya naik 0,5 persen ke level 82 persen dibandingkan semester lalu.

Bahkan sejak 2014, kenaikan harga jual hanya mengalami perubahan tipis.

"Harga jual apartemen di Surabaya itu naik tipis sebesar 2,1 persen dibandingkan semester lalu, ke posisi Rp 21,3 juta per meter persegi," ucapnya.

Ferry pun memperkirakan, kondisi tersebut akan semakin membaik dalam dua hingga empat tahun ke depan seiring dengan pemerintahan baru telah terbentuk dan kondisi perekonomian semakin membaik.

Pertumbuhan permintaan pada 2020-2023 diprediksi akan berada pada level 83-84 persen. Sementara kenaikan harga jual berada pada kisaran 3-4 persen per tahun hingga 2023.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X