5 Fakta Wisma Nusantara yang Mengubah Regulasi Gedung Tinggi di Jepang

Kompas.com - 07/07/2019, 19:00 WIB
-- KARTONO RYADI--

Pada masa awal operasinya, saham PT Wisma Nusantara International dimiliki oleh Mitsui sebesar 55 persen dan Pemerintah Indonesia sebesar 45 persen.

Mengubah aturan di Jepang

Harian Kompas, 27 Juli 1971 menulis, pembangunan gedung ini dijadikan riset oleh para ahli dari Jepang.

Menurut asisten supervisor pembangunan, Ir Wiratman, sebelumnya di Jepang terdapat undang-undang yang mengatur tinggi bangunan maksimal hanya sampai 30 meter.

Penelitian yang dilakukan saat membangun pencakar langit ini mampu merevisi aturan di Jepang.

Ini karena pada saat yang sama, Jepang juga sedang membangun pencakar langit dengan ketinggian hingga 50 lantai.

Pencakar langit pertama dengan konstruksi baja

Wisma Nusantara merupakan gedung pencakar langit generasi pertama yang menerapkan kosntruksi baja.

Selain itu, bangunan ini juga menjadi purwarupa bagi pembangunan pencakar langit generasi kedua, seperti Kasumigakusi Building di Tokyo.

Penelitian yang dilakukan saat membangun Wisma Nusantara, membuat pihak Jepang berani dan yakin menerapkan konstruksi baja untuk bangunan tinggi.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X