Kuartal II-2019, Penjualan Apartemen Stagnan

Kompas.com - 04/07/2019, 13:46 WIB
Ilustrasi apartemen ShutterstockIlustrasi apartemen

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar apartemen pada kuartal kedua 2019 belum banyak mengalami perubahan. Kecenderungan investor dan end user untuk menahan pembelian masih tercermin dalam riset Colliers International Indonesia.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menjelaskan, sepanjang kuartal ini, ada 1.972 unit tambahan pasokan apartemen strata baru atau setara 24 persen dari total pasokan apartemen yang diproyeksikan masuk sepanjang 2019.

Saat ini, total pasokan apartemen mencapai 205.822 unit atau naik 1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Baca juga: Pajak Apartemen Mewah Dilonggarkan

Adapun hingga 2023 diperkirakan ada tambahan pasokan sekitar 47.000 unit baru.

"Kalau untuk jumlah (pasokan baru), sebenarnya jumlahnya kecil kalau lihat rasio jumlah penduduk DKI Jakarta yang mencapai 10 juta. Persoalannya, ini bukan masalah jumlah banyak atau sedikit, tapi bagaimana penjualannya," kata Ferry di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Tingkat serapan apartemen pada kuartal kedua tahun ini mencapai 87 persen atau hampir tidak mengalami perubahan dibandingkan kuartal lalu.

Tidak adanya perubahan ini turut memengaruhi harga apartemen strata yang kini sekitar Rp 34,2 juta per meter persegi atau naik 1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kondisi tersebut diperkirakan akan tetap sama hingga akhir tahun 2019. Masih banyaknya stok yang belum terserap di pasar membuat posisi tawar konsumen kuat. Hal tersebut berimplikasi terhadap sulitnya harga apartemen untuk naik.

"Kami perkirakan harga apartemen tidak akan bergerak banyak hingga akhir 2019. Harga akan berada di level Rp 35 juta per meter persegi," tambah Ferry.

Meski demikian, perubahan diharapkan terjadi pada tahun depan. Seiring dengan terbentuknya pemerintahan baru dan kondisi yang lebih stabil, diharapkan turut mendorong permintaan dan harga di sektor ini.

"Selain itu, relaksasi pajak barang mewah juga diperkirakan akan membuat permintaan apartemen kelas atas meningkat. Tingkat serapan apartemen kami perkirakan akan berada di level 87-89 persen selama 2020-2023," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X