Bukan Belanja "Online", Peritel Beken Tutup Lapak karena Alasan Ini...

Kompas.com - 03/07/2019, 21:45 WIB
Ilustrasi ritel tutup WendellandCarolynIlustrasi ritel tutup

Stefanus berpendapat, pelanggan saat ini lebih mementingkan kepraktisan. Dia memberi contoh, salah satu jaringan toko ritel yang masih bertahan memberikan kenyamanan dengan harga yang lebih murah.

Sementara dalam segi penyusunan barang, mereka lebih mementingkan kenyamanan pelanggan.

Jaringan toko ritel memberikan beragam pilihan dalam satu tempat. Sementara dalam beberapa kasus penutupan gerai yang sering terjadi, mereka tidak memberikan banyak pilihan dalam satu tempat.

"Jadi sekarang kalau kita lihat, banyak sekali toko-toko yang tidak terlalu besar, tapi ramai," sambung Stefanus.

Pria yang juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk ini berpendapat, peritel juga bisa menerapkan omnichannel sehingga pelanggan dapat menggunakan lebih dari satu channel penjualan seperti toko fisik, e-commerce, serta jual-beli via mobile.

Selain itu, faktor keunikan juga perlu diperhitungkan. Tak hanya unik dalam hal tempat, namun juga produk yang ditawarkan. 

"Semua sekarang harus beralih ke unik kalau nggak enggak bisa bertahan," ucap Stefanus.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X