Tiket Pesawat Mahal, Tingkat Hunian Hotel di Bali Merosot

Kompas.com - 03/07/2019, 17:57 WIB
Ilustrasi hotel whyframestudioIlustrasi hotel

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya harga tiket pesawat tak hanya memengaruhi jumlah wisatawan yang datang ke Bali. Lebih dari itu, tingkat okupansi hotel pun turut terkena imbasnya.

Berdasarkan data Colliers International Indonesia, jumlah wisatawan domestik yang berkunjung ke sana pada periode Januari-April 2019 turun 11 persen atau sekitar 363.161 orang bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan tersebut berdampak pada tingkat okupansi hotel yang terkoreksi 2 persen menjadi hanya 62,7 persen pada kuartal II-2019 dibandingkan kuartal sebelumnya.

Baca juga: Kuasai Pasar Asia Pasifik, Accor Buka Hotel ke-1.100 di China

"Harga tiket pesawat yang tinggi, juga ikut memengaruhi performa hotel di Bali," ucap Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto dalam paparannya di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Sebagai gambaran, sebelumnya harga tiket pulang pergi Jakarta Bali pada saat weekdays dapat ditebus dengan harga Rp 1,7 juta untuk penerbangan kelas terjangkau.

Sekarang, dengan kelas yang sama, biaya yang harus ditebus sebesar Rp 2,4 juta, dengan catatan itu belum termasuk biaya bagasi.

Sementara pada saat yang sama, ongkos pesawat Jakarta-Singapura pada saat weekdays dapat ditebus dengan harga Rp 2 jutaan.

"Dengan kondisi seperti ini, wisatawan domestik tentu akan lebih memilih melakukan perjalanan ke luar negeri," tauntasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X