Basuki Dorong Dunia Internasional Bentuk Pusat Penelitan Likuefaksi

Kompas.com - 26/06/2019, 10:02 WIB
Petugas dan warga berada dilokasi temuan jenazah korban bencana gempa dan likuefaksi yang ditemukan di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (16/6/2019). Sejumlah jenazah korban bencana gempa dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 silam ditemukan tertimbun tanah dan reruntuhan bangunan. ANTARA FOTO/MOHAMAD HAMZAHPetugas dan warga berada dilokasi temuan jenazah korban bencana gempa dan likuefaksi yang ditemukan di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (16/6/2019). Sejumlah jenazah korban bencana gempa dan likuefaksi yang terjadi pada 28 September 2018 silam ditemukan tertimbun tanah dan reruntuhan bangunan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mendorong pembentukan pusat penelitian likuefaksi yang melibatkan para peneliti internasional.

Hal tersebut disampaikan Basuki saat menghadiri pertemuan 4th UN Special Thematic Session on Water and Disasters di Markas PBB, New York, Senin (24/6/2019).

Basuki yang juga merupakan Wakil Ketua High-Level Experts and Leaders Panel (HELP) on Water and Disasters, menyatakan, gempa di Sulawesi Tengah yang terjadi pada tahun lalu menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk meningkatkan perencanaan dan kesiapan infrastruktur serta kesiagaan masyarakat.

Menteri PUPR Basuki HadimuljonoKementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono
"Pemerintah Indonesia saat ini tengah menaruh perhatian serius untuk mengembangkan pusat penelitian terkait likuifaksi dengan melibatkan banyak praktisi yang akan diberi nama 'Nalodo Center'. Kata 'Nalodo' berasal dari bahasa lokal di Kota Palu, Sulteng yang berarti terkubur lumpur atau tanah yang tenggelam," kata Basuki dalam sambutannya.

Sebagai negara yang berada pada sabuk vulkanis, Indonesia rentan dengan bencana gempa bumi dan tsunami.

Besarnya potensi kerugian yang ditimbulkan atas bencana yang terjadi, mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus mencari penyebab bencana tetapi juga solusi melalui penelitian sebagai upaya mitigasi agar Indonesia lebih tangguh dan aman bencana.

Basuki pun mengajak kerjasama internasional yang lebih erat guna membangun ketahanan negara dalam menghadapi bencana.

"Saya ingin meningkatkan kesadaran dunia khususnya untuk negara-negara tertentu yang mungkin memiliki kondisi geologis serupa seperti Palu. Lewat pusat penelitian tersebut, diharapkan dapat dihasilkan penelitian likuifikasi yang semakin kaya dan berkualitas tinggi di seluruh dunia," cetusnya.

Pertemuan 4th UN Special Thematic Session on Water and Disasters di Markas PBB, New York, Senin (24/6/2019). Kementerian PUPR Pertemuan 4th UN Special Thematic Session on Water and Disasters di Markas PBB, New York, Senin (24/6/2019).

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X