Tekan Polusi, Atap Bus di Singapura Ditanami Rumput

Kompas.com - 23/06/2019, 12:00 WIB
Halte yang juga dipasang atap hijau di Malaysia CNNHalte yang juga dipasang atap hijau di Malaysia

Singapura bertujuan untuk menjadi "Garden City," menggunakan ruang hijau untuk menghubungkan masyarakat, memperkaya keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas iklim.

Menurut Meteorological Service Singapore (MSS), negara ini telah mengalami 10 tahun terhangat dalam 25 tahun terakir, dimana delapan di antaranya terjadi pada abad ini.

Sementara itu, penelitian dari University of Wisconsin menunjukkan, tanaman dapat mendinginkan air dari daunnya dan permukaan yang teduh yang dapat menyerap panas.

Halte pun disulap

Selain bus, GWS Living Art juga memasang atap hijau di atas halte di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Inisiatif ini memanfaatkan ide menyeluruh yang sama dengan Garden on the Move. Untuk menggantikan tanaman hijau yang hilang karena pembangunan perkotaan dan untuk menghijaukan ruang-ruang kota yang kurang dimanfaatkan," kata anggota GWS Living Art, Zhi Kin.

Ia berharap, seluruh halte yang ada dapat dipasang atap hijau. Dengan demikian, dapat membantu mengurangi suhu, memurnikan udara di sekitar halte bus, dan mengurangi resiko banjir bandang dengan menyerap stormwater.

Mereka juga berharap, inisiatif ini dapat mengembalikan sejumlah spesies yang mulai menurun seperti lebah, kupu-kupu dan burung.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X