Pengembang Safa Marwa Tower Bidik Alumni ESQ

Kompas.com - 18/06/2019, 15:43 WIB
PT Prima Jaringan, pengembang Safa Marwa Tower, dan PT Graha 165 Tbk resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) di Menara 165, Jakarta, Senin (17/6/2019).Dok PT Prima Jaringan PT Prima Jaringan, pengembang Safa Marwa Tower, dan PT Graha 165 Tbk resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) di Menara 165, Jakarta, Senin (17/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Prima Jaringan, pengembang Safa Marwa Tower secara resmi bekerjasama dengan PT Graha 165 Tbk yang merupakan pusat kebudayaan Emotional Spiritual Quotient ( ESQ).

Penandatanganan memorandum of understanding (MoU) kedua pihak dilakukan Senin (17/6/2019) di Menara 165, Jakarta. Kerjasama kemitraan strategis itu meliputi aspek pemasaran, investasi dan pengembangan Safa Marwa Tower yang dibangun di Jakarta Timur.

Pembangunan Safa Marwa Tower dengan luas lahan 2,6 hektar itu berada di dekat kawasan Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Lukman Purnomosidi, Presiden Direktur PT Prima Jaringan mengatakan, kerjasama tersebut meliputi beberapa poin termasuk soal pemasaran dan investasi.

"Harapannya, kerjasama ini bisa membuat proyek berjalan sukses, menguntungkan konsumen, calon pembeli, dan penghuni Safa Marwa. Sejauh ini kami punya visi yang sama dengan grup ESQ, terutama dalam membangun sesuatu peradaban yang modern yang islami. Nah, untuk tahap awal dimulai dari proyek ini," kata Lukman.

Ketua Kehormatan Realestat Indonesia (REI) itu menambahkan, Safa Marwa akan menyiapkan tempat untuk ESQ sebagai lembaga pelatihan sumber daya manusia yang banyak melakukan kegiata, terutama karena Safa Marwa Tower yang dikembangkan dengan konsep moslem friendly premium residence.

"Kami akan lengkapi dengan bangunan pendukung berciri khas islami lainnya, mulai supermarket halal, pusat makanan halal, perkantoran, fashion mall dan hotel bernuansa islami," ujar Lukman.

Adapun Safa Marwa Tower merupakan hunian jangkung setinggi 24 lantai yang lokasinya berdampingan dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), tepatnya di Jl Raya Hankam, Bambu Apus, Jakarta Timur.

Hunian ini dirancang untuk target kelas menengah atas dan dipasarkan hanya 450 unit. Dengan ukuran mulai dari 31 m2 – 115 m2, per unit dibanderol seharga Rp900 juta sampai Rp3 miliar-an.

Direktur Utama PT Graha 165 Tbk, Lea Sari Endari Irwan, pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya menyambut kerjasama ini, terutama karena kedua pihak punya visi sama.

"Khusus untuk urusan pemasaran, kami punya potential buyer cukup besar, mengingat alumni ESQ saat ada sekitar 1,9 juta orang. Tentu, naluri mereka sudah akan mencari pemukiman, lingkungan atau komunitas di satu kawasan sendiri," ujar Lea.

Lebih dari itu menurut Lea, pengembangan Safa Marwa mengikuti konsep yang ramah untuk kalangan muslim. Namun, kawasan ini tidak berarti kawasan ekslusif.

Ary Ginanjar Agustian, Presiden Direktur PT Arga Bangun Bangsa yang juga Pendiri ESQ Leadership Center optimistis kerjasama dengan pengembang Safa Marwa Tower. Menurut dia, dengan pontesial market yang dimiliki ESQ pihaknya optimistis kerjasama ini akan meraup sukses, apalagi mengingat ESQ punya banyak alumni di berbagai daerah di Indonesia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X