Berbekal Rp 103,87 Triliun, Kementerian PUPR Bakal Bangun Proyek Ini

Kompas.com - 13/06/2019, 10:23 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada pagu indikatif 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapatkan alokasi sebesar Rp 103,87 triliun. Jumlah ini lebih kecil dari usulan yang diajukan sebesar Rp 137,48 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan, pagu indikatif tersebut akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) sebesar Rp 38,8 triliun, konektivitas Rp 38,8 triliun, serta pembinaan dan pengembangan infrastruktur pemukiman Rp 15,6 triliun.

"Sementara itu, perumahan Rp 8 triliun dan sisanya untuk perencanaan, pengawasan, pengembangan inovasi teknologi dan layanan manajemen," ucap Basuki saat rapat kerja dengan Komisi V DPR, Rabu (12/6/2019).

Untuk bidang SDA, salah satu proyek strategis nasional yang akan dilanjutkan adalah pembangunan bendungan.

Baca juga: Meleset dari Target, Serapan Anggaran Kementerian PUPR Baru 19 Persen

Pada 2015-2019, terdapat 65 bendungan yang masuk di dalam PSN, dimana 29 di antaranya telah selesai dan sisanya ditargetkan rampung hingga 2023 secara bertahap.

"Tidak hanya bendungan, Kementerian PUPR juga membangun jaringan irigasinya termasuk bendungan lama yang belum ada jaringan irigasinya juga akan kita bangun," jelas Basuki.

Selain itu juga dialokasikan anggaran untuk operasi dan pemeliharaan infrastruktur SDA seperti Citarum Harum dan Rawa Pening, pembangunan pengendali daya rusak air, air tanah dan air baku dan pengendalian lumpur sidoarjo.

"Kementerian PUPR akan membangun sabo dam untuk meminimalisir risiko banjir di Sentani sekaligus mendukung penyelenggaraan PON 2020 di Papua," imbuhnya.

Dalam hal konektivitas, pembangunan jalan sepanjang 601 Km diantaranya di perbatasan di Kalimantan, NTT, dan Papua, jalan trans Papua, dan lintas selatan-selatan Jawa akan menjadi prioritas.

Di samping itu, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan sepanjang 5.344 kilometer akan dikerjakan pada tahun 2020 antara lain ruas jalan Bts. Serawak–Aruk–Sp. Tanjung–Galing & Temajuk–Merbau (Kalbar). Kemudian, Celikah–Kayu Agung (Sumsel), Taniwel–Saleman (Maluku), dan Tawaeli–Nupabomba–Kebon Kopi (Sulteng) yang beberapa waktu lalu mengalami longsor.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X