Diskon Tarif Tol hingga 12 Juni, Kesempatan untuk Pegawai Swasta

Kompas.com - 11/06/2019, 13:14 WIB
Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.ANTARA FOTO/DEDHEZ ANGGARA Kendaraan pemudik memadati jalur tol Palikanci, Tegalkarang, Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/6/2019). Pada puncak balik H+4 Lebaran 2019, jalur tol Palimanan-Kanci (Palikanci) mengalami peningkatan volume kendaraan pemudik menuju Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Diskon tarif tol sebesar 15 persen saat arus balik pada 10-12 Juni, sengaja dilakukan pemerintah untuk mengurangi penumpukan kendaraan yang kembali ke ibu kota.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, sejak awal kesepakatan ini telah diambil antara pemerintah dengan badan usaha jalan tol (BUJT).

Kedua belah pihak sepakat merancang strategi membagi volume kendaraan yang melintas di tol dengan harapan mengurangi penumpukan pada tiga hari pertama pascalebaran yakni pada 7-9 Juni 2019.

Terlebih, setelah adanya imbauan agar aparatur sipil negara (ASN) masuk pada 10 Juni 2019.

"Yang harus pulang hari ini (Senin aktivitas) kan PNS, sedangkan swasta ada yang besok baru masuk, Rabu baru masuk, ada yang cuti. Itu yang kita beri kesempatan itu," ucap Basuki di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Baca juga: Cuti Bersama, Salah Satu Bahan Evaluasi Mudik

Basuki menambahkan, pelaksanaan cuti bersama pada tahun ini perlu dievaluasi. Menyusul rentang waktu cuti bersama antara arus mudik dan balik tidak seimbang.

Hal tersebut turut mengakibatkan terjadinya kemacetan di jalan tol. Di satu sisi, saat arus mudik masyarakat memiliki waktu enam hari untuk kembali ke kampung halamannya.

Di sisi lain, masyarakat hanya punya waktu tiga hari untuk kembali ke ibu kota setelah lebaran atau saat arus balik.

Akibatnya, pergerakan masyarakat dari sejumlah titik yang tadinya menyebar, kini menuju ke satu titik yang sama sehingga menimbulkan simpul-simpul kemacetan di sejumlah lokasi.

"Jadi dari beberapa titik fokus ke Jakarta, jadi putar balik kan. Manajemen waktunya ketat sekali. Jadi itu pengalaman evaluasi untuk ke depannya," ucapnya.

Sebelumnya, PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat, tak kurang dari 719.654 kendaraan telah kembali ke Jakarta hingga H+3 Lebaran 2019.

Angka ini naik sebesar 67,38 persen dari lalu lintas harian rata-rata (LHR) normal sebesar 429.944 kendaraan.

Jumlah kendaraan yang telah kembali itu setara dengan 59 persen dari total lalu lintas mudik sebesar 1,21 juta kendaraan yang melintas pada H-1 hingga H-7 arus mudik.

Artinya, masih ada 41 persen atau sekitar 497 ribu kendaraan yang belum kembali ke Jakarta.




Close Ads X