Cuti Bersama, Salah Satu Bahan Evaluasi Mudik

Kompas.com - 11/06/2019, 12:57 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan cuti bersama akan menjadi salah satu bahan evaluasi mudik yang dibahas pemerintah. Hal ini memengaruhi kelancaran masyarakat dalam melakukan perjalanan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menilai, ketatnya waktu arus balik berdampak pada kepadatan volume kendaraan baik di jalan arteri maupun jalan tol.

Seperti diketahui, jumlah waktu libur saat arus mudik mencapai enam hari. Dengan rentang waktu yang cukup panjang, pemudik memiliki banyak alternatif waktu untuk melakukan perjalanan.

Baca juga: Pecah Rekor Kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek

"Kalau yang waktu mudik itu dari satu titik menyebar. Jadi kalau di pengairan itu irigasi. Misalnya, yang di Brebes, pisah ke Purwokerto, ke Prupuk, ke Cilacap. Kemudian yang dari Cirebon pisah sampai ke Semarang, pisah lagi ke Solo," kata Basuki di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Sementara saat arus balik, masyarakat hanya memiliki waktu tiga hari untuk kembali ke ibu kota. Dengan waktu yang singkat, tentunya diperlukan manajemen waktu yang matang agar tidak terjadi penumpukan di jalan.

Terlebih, kondisi arus balik jauh berbeda dengan saat arus mudik. Dimana saat arus balik, masyarakat dari berbagai wilayah yang tadinya menyebar, kembali ke satu titik yakni ibu kota.

"Itu pengalaman evaluasi untuk ke depannya," tandasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X