Empat Hari Jelang Lebaran, Jalur Pantura Terpantau Lancar

Kompas.com - 02/06/2019, 08:36 WIB
Jalan nasional Trans-Jawa non tol di pantai utara atau pantura terpantau ramai lancar pada H-4 Lebaran atau Sabtu (1/6/2019) malam. Tampak satu keluarga dari Kemayoran, Jakarta Pusat, menumpang bajaj sebagai kendaraan mudik menuju Brebes, tengah beristirahat di jalur Patrol.Fatharani Azmi Nadhira/KOMPAS.COM Jalan nasional Trans-Jawa non tol di pantai utara atau pantura terpantau ramai lancar pada H-4 Lebaran atau Sabtu (1/6/2019) malam. Tampak satu keluarga dari Kemayoran, Jakarta Pusat, menumpang bajaj sebagai kendaraan mudik menuju Brebes, tengah beristirahat di jalur Patrol.

KARAWANG, KOMPAS.com - Jalan nasional di pantai utara (pantura) Jawa, terutama di kawasan Patrol, Kabupaten Indramayu, terpantau ramai lancar pada H-4 Lebaran atau Sabtu (1/6/2019) malam.

Kapasitas jalan yang terdiri dari dua jalur empat lajur tampak lebih longgar. Sejumlah kendaraan roda empat dan dua memaksimalkan laju kecepatannya.

"Mudik tahun ini jauh lebih lancar dibanding tahun-tahun sebelumnya," kata Larasati, warga Kemayoran, Jakarta Pusat, kepada Tim Merapah Trans-Jawa 4.0 Kompas.com, Sabtu (1/6/2019).

Dia menuturkan, perjalanannya dimulai dari rumah kerabat di Kemayoran pada pukul 18.30 WIB atau setelah menunaikan shalat maghrib. 

Baca juga: Merapah Trans-Jawa 4, Panduan Lengkap Mudik 2019

Tiba di SPBU kawasan Patrol tepat pukul 22.00 WIB. Ini artinya, Larasati dan keluarga membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam hingga 4 jam untuk sampai di Indramayu.

Biasanya, kisah dia, perjalanan bisa lebih panjang hingga 6 jam. Untuk sampai Brebes sebagai kampung halamannya, waktu tempuh sekitar 8 jam.

"Hari ini lebih cepat, mungkin tiba di Brebes bisa 6 jam," kata Larasati yang bersama rombongan, mengambil tiga kali istirahat.

Uniknya, kendaraan yang ditumpanginya adalah bajaj. Dia harus merogoh kocek senilai Rp 200.000 per orang. Sedikit lebih mahal ketimbang naik angkutan umum seperti bus yang hanya mematok tarif Rp 120.000 per orang.

Larasati sengaja memilih kendaraan bajaj, karena selain unik, juga memang ingin merasakan moda roda tiga tersebut setelah tahun-tahun sebelumnya mudik dengan bus atau kendaraan roda empat.

Jalur Pantura Jawa sendiri merupakan satu dari tiga lintas yang bisa digunakan untuk arus mudik di sepanjang jalan Trans-Jawa pada tahun ini, yaitu lintas utara Jawa, lintas tengah Jawa, dan lintas selatan Jawa.

Lintas utara Jawa atau yang dikenal dengan jalur pantura membentang dari ujung barat Pulau Jawa di Provinsi Banten hingga ke ujung timur Provinsi Jawa Timur.

Menurut data Kementerian PUPR, panjangnya sekitar 1.341 kilometer. Titik awalnya mulai dari Serang, Banten, kemudian ke wilayah DKI Jakarta, dilanjutkan ke Palimanan, di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Jalur itu berlanjut ke wilayah Brebes, Pemalang, Batang, Semarang, dan Demak di Jawa Tengah; lalu diteruskan hingga ke Surabaya, Pasuruan, dan berujung di Banyuwangi, Jawa Timur.

Kompas Video KOMPAS.com - Tim Merapah Trans-Jawa 4 2019, kembali melanjutkan perjalanan setelah menyusuri ruas tol trans-jawa dari Merak hingga Probolinggo. Kali ini tim menuju kota Yogyakarta. Dalam perjalanan menuju kota pelajar tersebut, tim menyempatkan diri singgah di Posko Siaga Toyota di Rest Area Ungaran. Para teknisi Toyota dengan sigap melakukan pengecekan pada kondisi oli mesin, filter, rem sampai kaki-kaki. Tiba di Jogja, tim merapah menuju destinasi wisata di lereng merapi. Desa yang porak-poranda karena erupsi merapi pada 2010 tersebut kini bermetamorfosa menjadi kawasan wisata yang digemari wisatawan. Saksikan terus perjalanan Tim Merapah Trans-Jawa 4 di video selanjutnya #merapah #merapahtransjawa #merapahtransjawa4 #mudik #lebaran #arusmudik



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X