Pemerintah Imbau Pemudik Tak Istirahat di Bahu Jalan Tol

Kompas.com - 31/05/2019, 16:24 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati Tol Semarang-Solo, Jawa Tengah, Jumat (31/5/2019). Volume arus mudik dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Bawen-Salatiga menuju ke sejumlah wilayah di Jateng dan Jatim pada H-5 siang hari terpantau padat merayap.

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pemudik yang hendak beristirahat, diimbau untuk tidak menggunakan bahu jalan sebagai tempat istirahat. Sekali pun kondisi tempat istirahat yang ada penuh akibat volume kendaraan yang cukup banyak.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengingatkan, penggunaan bahu jalan hanya diperuntukkan bagi kondisi darurat.

"Seperti ban pecah, bahan bakar (habis) itu bisa di bahu jalan," kata Basuki di kantornya, Jumat (31/5/2019).

Ia pun meminta pengguna jalan dapat memperhatikan waktu sebelum melakukan perjalanan panjang. Hal ini guna mengantisipasi kepadatan arus kendaraan yang akan berhenti di tempat istirahat.

Baca juga: Merapah Trans-Jawa 4, Panduan Lengkap Mudik 2019

Sementara itu, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menilai, mayoritas kendaraan yang berhenti di bahu jalan adalah yang mengalami permasalahan mesin.

Hal itu terlihat dari pantuan yang dilakukan BPJT dua hari terakhir yang melihat adanya sejumlah pengemudi yang sengaja membuka kap mesin mereka.

Danang pun mengingatkan, para pengguna jalan untuk memperhatikan kondisi kendaraan masing-masing sebelum melakukan perjalanan.

"Mobil CC kecil kalau banyak dipacu pasti over heat. Jadi pengguna jalan kita minta persiapan baik, mesin baik, BBM, saldo (e-toll) penuh dan BUJT kita minta mobil derek standby. Kalau ada yang berhenti harus segera dikeluarkan," tutur Danang.

Ia menambahkan, saat ini keberadaan tempat istirahat di jalan tol jumlahnya sudah cukup memadai.

Sebagai contoh, rest area tipe C memiliki jarak per 20 kilometer. Sedangkan rest area tipe B tiap 30 kilometer dan tipe A tiap 50 kilometer.

"Jadi, enggak ada alasan bagi mereka tidak istirahat di rest area," tuntasnya.

Kompas Video KOMPAS.com - Tim Merapah Trans-Jawa 4 Kompas.com kembali melanjutkan perjalanan ke Probolinggo, Jawa Timur. Probolinggo merupakan satu di antara 3 kabupaten yang dilalui ruas tol Pasuruan-Probolinggo. Tol yang memiliki panjang 31,1 KM ini merupakan akses bagi pemudik lebaran yang ingin singgah ke sejumlah tempat wisata yaitu Ranu Agung dan Madakaripura. Ruas Tol Pasuruan-Probolinggo berakhir di kilometer 841. Titik ini merupakan cikal bakal tol trans-jawa bagian terakhir yakin ruas Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 172,90 KM. Saksikan terus perjalanan Tim Merapah Trans-Jawa 4 di video selanjutnya #merapah #merapahtransjawa #merapahtransjawa4 #mudik #lebaran #arusmudik

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X