Hingga Mei 2019, Sejuta Rumah Tembus 400.500 Unit

Kompas.com - 29/05/2019, 11:00 WIB
Pameran perumahan digelar selama lima hari sejak Senin (23/11/2015) hingga Jumat (27/11/2015) di Parepare, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com/Suddin SyamsuddinPameran perumahan digelar selama lima hari sejak Senin (23/11/2015) hingga Jumat (27/11/2015) di Parepare, Sulawesi Selatan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) optimistis target Program Sejuta Rumah tahun ini bisa tercapai.

Menurut Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, hal itu muncul seiring dengan pencapaian pembangunan rumah sampai akhir Mei 2019, yaitu 400.500 unit.

“Program Sejuta Rumah sampai hari ini lebih kurang 400.500 unit. Sudah on schedule, tapi saya ingin lebih cepat lagi. Saya optimistis target 1,25 juta unit itu bisa tercapai,” ujar Khalawi di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Dia menambahkan, hal lain yang membuatnya optimistis yakni sudah dikeluarkannya kebijakan mengenai kenaikan batas harga jual rumah sederhana dan rumah sangat sederhana yang bebas dari pajak pertambahan nilai (PPN) untuk tahun 2019 dan 2020.

Kebijakan itu dituangkan dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81/PMK.010/2019 tentang Batasan Rumah Umum, Pondok Boro, Asrama Mahasiswa dan Pelajar, serta Perumahan Lainnya, yang Atas Penyerahannya Dibebaskan dari Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai. Penerbitannya telah dilakukan pada 20 Mei 2019.

Dia berharap setelah dikeluarkannya PMK itu mampu memberi kepastian dan semangat kepada para pengembang untuk membangun lebih banyak lagi perumahan, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun non-MBR.

“Peran pengembang di daerah-daerah harusnya sekarang mulai semangat lagi. Jadi Program Sejuta Rumah itu bisa menggerakkan semua stakeholder. Masyarakat juga jadi tahu dan pemda juga begitu,” imbuh Khalawi.

Selain itu, dia mengungkapkan, ada juga program perumahan aparatur sipil negara (ASN) dan anggota TNI-Polri, serta perumahan berbasis komunitas yang disiapkan lahannya di 13 kabupaten/kota. Ditambah lagi, saat ini BP Tapera telah dibentuk.

“Saya makin optimistis target itu bisa terpenuhi. Ada skema untuk ASN dan TNI-Polri, BP Tapera juga siapkan Rp 10,6 triliun bersama BTN. Itu di luar hitungan kita. Ada juga pembangunan rumah berbasis komunitas," ucapnya.
 
Dari target 1,25 juta rumah untuk tahun ini, diharapkan sebanyak 600.000 rumah dikerjakan oleh Kementerian PUPR dan pemerintah daerah, 500.000 rumah oleh pengembang swasta, dan selebihnya dilakukan oleh masyarakat secara swadaya.
 
“Target itu memotivasi kita semua agar berusaha semaksimal mungkin. Trennya naik terus, semangat mulai menyebar ke daerah-daerah. Nanti pemda-pemda juga lebih banyak lagi mengalokasikan anggarannya yang selama ini masih bergantung pada perusahaan swasta,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X