Gara-gara Demo di Bawaslu, Omset Sarinah Berpotensi Turun Rp 6 Miliar

Kompas.com - 23/05/2019, 17:55 WIB
Plang bertuliskan Sarinah di pusat perbelanjaan Sarinah rusak pada Kamis (23/5/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Plang bertuliskan Sarinah di pusat perbelanjaan Sarinah rusak pada Kamis (23/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola pusat perbelanjaan Sarinah mengaku berpotensi kehilangan pendapatan miliaran rupiah pascademo di depan Gedung Bawaslu, Jakarta Pusat.

Lokasi pusat perbelanjaan ini tepat berada di seberang Gedung Bawaslu di Jalan MH Thamrin. Sejak Selasa (21/5/2019) lalu, toko ini tutup karena adanya unjuk rasa yang dilakukan masyarakat yang tidak puas atas keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Toko tutup dari Selasa jam 15.00 WIB sampai hari ini," kata Direktur Retail PT Sarinah (Persero) Lies Permana Lestari kepada Kompas.com, Kamis (23/5/2019).

Lies mengaku belum dapat memastikan Jumat (24/5/2019) nanti toko sudah dapat beroperasi seperti biasanya. Pihaknya masih mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi yang terjadi di lapangan.

"Tapi, jika sudah kondusif dan akses jalan dibuka, kami akan pertimbangkan untuk dibuka. Tapi, kalau masih banyak akses ditutup, maka kami akan buka kembali Sabtu (25 Mei) nanti," ujarnya.

Imbas demonstrasi yang berujung ricuh sejak Selasa hingga Rabu (22/5/2019) kemarin, terjadi potensi kerugian omset penjualan karena toko yang tutup. Padahal, seharusnya ramadhan menjadi peak seson bagi Sarinah untuk mendulang keuntungan.

"Seharusnya omset kurang lebih Rp 6 miliar selama tiga hari ini. Tetapi, karena tidak ada penjualan, terjadi penurunan laba yang signifikan," kata dia.

Selain kehilangan omset, potensi kerugian juga ditimbulkan akibat kerusakan yang terjadi seperti pagar, cone block, kaca salah satu restoran cepat saji yang pecah, hingga logo Sarinah yang patah.

"Tapi, kami belum tahu berapa kerugiannya dari hal tersebut," pungkasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorLatief
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X