Dua Bendungan Ini Spesial, "Groundbreaking" dan Peresmian oleh Jokowi

Kompas.com - 21/05/2019, 10:00 WIB
Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot, Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Senin (20/5/2019).Sigiranus Marutho Bere/Kompas.com Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Rotiklot, Nusa Tenggara Timur (NTT) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Senin (20/5/2019).

KUPANG, KOMPAS.com — Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan tujuh bendungan untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tujuh bendungan tersebut meliputi Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Kabupaten Belu, Napung Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Manikin di Kabupaten Kupang, Lambo di Kabupaten Nagekeo, dan Kolhua di Kota Kupang.

Namun, dari tujuh bendungan itu, hanya dua yang dianggap spesial, yaitu Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belu.

Dua bendungan itu istimewa karena peletakan batu pertama hingga peresmiannya langsung dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Untuk Bendungan Raknamo, peletakan batu pertama dilakukan Presiden Jokowi pada 20 Desember 2014.

Baca juga: Bendungan Rotiklot NTT, Dibangun dan Diresmikan Jokowi

Kemudian pada 9 Januari 2017, Jokowi kembali meresmikan bendungan yang berada di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, itu.

Selanjutnya pada 28 Desember 2015, Jokowi menghadiri peletakan batu pertama Bendungan Rotiklot.

Kemudian pada 20 Mei 2019, Jokowi kembali meresmikan bendungan yang berada di perbatasan RI-Timor Leste itu.

Bendungan Raknamo dirancang seluas 147 hektar dengan dana konstruksi Rp 760 miliar. Kapasitas tampung sebesar 14,09 juta meter kubik.

Fungsi bendungan ini adalah sebagai penyediaan air bersih untuk ibu kota Kabupaten Kupang 100 liter per detik.

Adapun Bendungan Rotiklot berkapasitas tampung 3,3 juta meter kubik, dengan anggaran Rp 496 miliar.

Bendungan Rotiklot bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan di Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter per detik, suplai irigasi seluas 149 hektar, dan pariwisata.

Saat memberikan sambutan di hadapan warga, Jokowi mengatakan sangat memperhatikan wilayah NTT.

"Saya sudah 10 kali ke NTT karena cinta dengan NTT," ucap Jokowi yang disambut tepuk tangan ribuan warga setempat yang hadir.

"Karena itu, di NTT ada tujuh bendungan yang dibangun. Bendungan Raknamo sudah selesai, Rotiklot airnya sudah naik. Kemudian menyusul Napun Gete dan lain-lain," kata dia.

Jokowi menyebut, pembangunan Bendungan Rotiklot bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat.

Jokowi pun berharap, bendungan yang telah dibangun ini bisa bermanfaat buat masyarakat di Belu yang berbatasan dengan Timor Leste.




Close Ads X