Bendungan Rotiklot NTT, Dibangun dan Diresmikan Jokowi

Kompas.com - 19/05/2019, 23:31 WIB
Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian PUPRBendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan meresmikan Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/5/2019).

Peresmian disertai pembibitan 200.000 benih ikan nila, ikan mujair, dan ikan karper saat peresmian.

Selain itu, juga akan dilakukan penanaman pohon flamboyan, pohon kelor, pohon juwet, pohon pule, dan pohon beringin untuk penghijauan di sekitar area bendungan tersebut.

Pembangunan bendungan yang dimulai sejak ground breaking pada Desember 2015 oleh Jokowi, telah  melalui pengisian air (impounding) sejak Desember 2018.

Bendungan yang berkapasitas 3,3 juta meter kubik ini merupakan salah satu dari 49 bendungan baru yang dibangun dalam kurun waktu 2015-2019.

Baca juga: Selesai Dibangun, Bendungan Rotiklot di NTT Mulai Diisi Air

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang curah hujannya lebih rendah dibanding daerah lain.

“Kunci kemajuan di NTT adalah air. Ketersediaan air dibutuhkan untuk air minum, pertanian, peternakan, dan lainnya,” ujar Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (19/5/2019).

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) sudah menyelesaikan dua bendungan di NTT, yaitu Bendungan Raknamo dan Rotiklot.

Lima bendungan lainnya yang akan atau sedang dibangun saat ini adalah Bendungan Napun Gete, Mbay, Temef, Welekis, dan Manikin.

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian, bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena airnya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” imbuh Basuki.

Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).Kementerian PUPR Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sementara itu, Dirjen SDA Kementerian PUPR Hari Suprayogi menuturkan, Bendungan Rotiklot bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan air baku masyarakat dan kegiatan di Pelabuhan Atapupu sebesar 40 liter per detik, suplai irigasi seluas 149 hektar, dan pariwisata.

Bendungan yang berbatasan langsung dengan Timor Leste ini juga berfungsi mengurangi risiko banjir yang sering terjadi di Kabupaten Belu, di mana musim hujannya singkat, yaitu sekitar 3 bulan, tetapi intensitasnya tinggi.

Pembangunan Bendungan Rotiklot dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) bersama PT Universal Suryaprima (KSO) dengan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 496 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X