Istiqlal Direnovasi, Jamaah Masih Bisa Sholat Idul Fitri

Kompas.com - 16/05/2019, 16:00 WIB
Warga yang hendak menunaikan Shalat Idul Fitri 1439 H mulai memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Warga yang hendak menunaikan Shalat Idul Fitri 1439 H mulai memadati Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (15/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Masjid Istiqlal mulai direnovasi, Kamis (16/5/2019). Pemerintah menargetkan proses renovasi rampung dalam 300 hari atau 10 bulan hingga Maret 2020.

Di lain pihak, pada 5 Juni mendatang, umat muslim akan merayakan Idul Fitri. Sebagai masjid terbesar di Indonesia, Istiqlal selalu menjadi tuan rumah penyelenggaraan sholat ied.

Lantas, bagaimana jamaah akan melaksanakan ibadah tahunan tersebut?

Baca juga: Setelah 41 Tahun, Masjid Istiqlal Direnovasi Mulai Hari Ini

Direktur Jenderal Cipta Karya Danis H Sumadilaga mengatakan, pekerjaan renovasi saat ini belum masuk pada bagian utama bangunan yakni tempat masyarakat menjalankan ibadah.

"Saya kita pada saat Idul Fitri kita baru bergerak di bawah, di basement. Itu tidak terlalu mengganggu. Jarang yang sholat di situ, karena di basement fungsinya adalah supporting, perkantoran," kata Danis di kantornya, Kamis (16/5/2019).

Ia pun memastikan, seluruh jamaah masih dapat melaksanakan ibadah sholat ied seperti biasanya sesuai dengan kapasitas tampung Istiqlal, yaitu sekitar 200.000 orang.

Baca juga: Renovasi Istiqlal Rampung Sebelum Ramadhan Tahun Depan

"Pada saat Idul Fitri kita semuanya Idul Fitri lah. Fungsi untuk sholatnya di lantai utama dan pelataran tidak akan terpengaruh," ungkap Danis.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan, seluruh pekerjaan konstruksi selesai tepat waktu.

Sebab, masjid berpenampilan baru ini kelak akan digunakan untuk menyambut Ramadhan tahun depan.

Baca juga: Pemerintah Jamin Renovasi Istiqlal Tak Hilangkan Nilai Arsitekturnya

"Kita asumsinya tidak ada perpanjangan waktu sehingga tahun depan, umat Islam bisa memakainya lebih baik. Jadi tidak ada alasan untuk (penyelesaian) mundur," tegas Basuki.




Close Ads X