Harga Rumah Diperkirakan Naik Tipis 0,52 Persen

Kompas.com - 13/05/2019, 16:39 WIB
Ilustrasi rumah FreshomeIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memprediksi harga properti residensial pada kuartal II-2019 akan meningkat.

Dalam survei Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal I-2019, BI memperkirakan peningkatan terjadi sebesar 0,52 persen.

Angka ini lebh tinggi dibandingkan kuartal I-2019 yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,49 persen.

"Kenaikan harga rumah secara triwulanan diperkirakan semakin meningkat," tulis BI dalam laporannya.

Baca juga: Kuartal I-2019, Penjualan Rumah Meningkat 23,77 Persen

Survei tersebut mengatakan, kenaikan disebabkan oleh meningkatnya harga rumah tipe besar. BI memprediksi kenaikan rumah pada tipe ini 0,35 persen dari sebelumnya 0,20 persen.

Namun pada periode ini, kenaikan harga rumah tipe kecil diperkirakan melambat dari 0,72 persen pada periode sebelumnya menjadi 0,70 persen pada kuartal II-2019.

Sedangkan peningkatan harga rumah pada tipe menengah diprediksi melambat dari 0,60 persen menjadi 0,51 persen pada triwulan kedua tahun ini.

Survei IHPR juga menyebutkan, secara tahunan, kenaikan harga properti residensial pada kuartal II-2019 diprediksi melambat menjadi 1,80 persen dari 2,04 persen.

Perlambatan kenaikan harga ini terjadi pada rumah tipe kecil dan menengah secara tahunan. Pada rumah tipe kecil, perlambatan harga menurun dari 3,18 persen menjadi 2,51 persen.

Baca juga: Batam Catat Kenaikan Harga Rumah Tertinggi

Lalu pada hunian tipe menengah, peningkatan harga melambat dari 1,82 persen menjadi 1,66 persen.

Sementara di sisi lain, meski secara tahunan pertumbuhan harga mengalami perlambatan, namun harga hunian tipe besar diperkirakan mengalami kenaikan menjadi 1,25 persen dari sebelumnya yang mencatatkan angka 1,16 persen.

Lebih lanjut, BI juga memperkirakan kenaikan harga rumah tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung dengan angka 3,98 persen dari sebelumnya 1,00 persen.

Adapun perkiraan kenaikan terendah terjadi di kota Balikpapan yang mencatatkan angka sebesar 0,67 persen dari sebelumnya -0,47 persen.

"Peningkatan harga juga dipengaruhi oleh kenaikan harga bangunan, suku bunga KPR, uang muka rumah, pajak, perizinan atau birokrasi, hingga upah tenaga kerja," tulis BI.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X