Siapkan Belanja Modal Rp 25 Triliun, Waskita Jor-joran Bangun Tol

Kompas.com - 09/05/2019, 15:00 WIB
PT Waskita Karya (Persero) Tbk. WaskitaPT Waskita Karya (Persero) Tbk.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk berencana menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 25 triliun pada tahun 2019.

Sebagian besar belanja modal tersebut akan digunakan untuk mendanai penyelesaian proyek jalan tol.

"Capex Rp 25 triliun itu banyak untuk menyelesaikan proyek-proyek lama, dan juga ada rencana untuk inisiasi proyek-proyek baru," kata Direktur Utama Waskita Karya I Gusti Ngurah Putra usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2018 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Direktur Keuangan Haris Gunawan menjelaskan, dari jumlah belanja modal yang disiapkan sebanyak Rp 19,75 triliun akan digunakan untuk mendanai proyek jalan tol.

"Capex 79 persen digunakan untuk investasi jalan tol, konstruksi 9 persen, anak usaha lain 12 persen," jelas Haris.

Sementara, Rp 2,25 triliun lainnya digunakan untuk mendanai kegiatan konstruksi dan Rp 3 triliun untuk membantu kegiatan anak usaha lainnya.

Baca juga: Waskita Copot Direktur K3

Dalam RUPST tersebut, Waskita mengumumkan perolehan laba bersih sebesar Rp 4,6 triliun atau meningkat 9,9 persen dibandingkan 2017 yang mencapai Rp 4,2 triliun.

Selain itu, perseroan juga mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 7,9 persen dari Rp 45,2 triliun menjadi Rp 48,7 triliun.

Pada tahun 2018, Waskita juga telah menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp 36,75 triliun.

Pembayaran tersebut diterima untuk proyek Tol Batang-Semarang Rp 5,75 triliun, Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp 3,9 triliun dan proyek Tol Pasuruan-Probolinggo Rp 2,1 triliun.

Kemudian, proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp 2 triliun, proyek Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (porsi VGF Tol Batang-Semarang) sebesar Rp 1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp 18,23 triliun dan pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp 2,8 triliun.

"Untuk performa keuangan 2018, posisi cashflow kita sudah positif di Rp 3 triliun karena proyek turn key kita sudah banyak yang cair dan kurang lebih tahun ini mencapai Rp 25 triliun," pungkas Haris.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X