Proyek Tol Layang Japek Dihentikan Sementara, Ini Kata Jasa Marga

Kompas.com - 29/04/2019, 22:30 WIB
Foto aerial pembangunan konstruksi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018) ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.Foto aerial pembangunan konstruksi Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Seluruh pekerjaan konstruksi di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek akan dihentikan sementara untuk menunjang kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019. Menurut rencana, penghentian tersebut mulai dilakukan sejak H-10 hingga H+10 lebaran.

Salah satu proyek yang akan dihentikan yakni Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II yang konsesinya dimiliki PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru mengatakan, penghentian sementara akan berdampak pada penyelesaian proyek.

"Ini dua sisi yang harus diperhatikan. Artinya bagaimana proyek bisa selesai sesuai dengan dijadwalkan, tapi juga di sisi lain bagaimana pengguna jalan juga bisa kita akomodasi," kata Heru di Jakarta, Senin (29/4/2019).

Meski demikian, ada aspek lain yang juga diperhitungkan Jasa Marga. Kegiatan mudik dan balik lebaran merupakan bagian dari tradisi masyarakat yang dijalankan setiap tahunnya.

Baca juga: Rekor Baru, Pemerintahan Jokowi-JK Operasikan 39 Tol dalam 4,5 Tahun

Kehadiran Tol Jakarta-Cikampek menjadi salah satu infrastruktur vital untuk mengendalikan volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek menuju wilayah timur  ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur melalui ruas Trans Jawa.

"Kalau Lebaran ini kan kapasitas yang dibutuhkan memang sangat tinggi. Pengalaman yang biasanya 60-70.000 di GT Cikarang Utama itu tahun lalu sempat hampir mencapai 130.000," sebut Heru.

Heru berharap, dengan penghentian sementara ini, arus kendaraan yang melintasi Tol Jakarta-Cikampek dapat semakin lancar.

Apalagi dengan pembersihan jalur yang sebelumnya ditutup akan menambah kapasitas volume kendaraan yang akan melintas.

Sebagai informasi, di dalam satu jalur terdapat empat lajur. Dengan ditutupnya satu lajur untuk pekerjaan proyek, maka kemampuan jalan tol tersebut berkurang hingga 2.600 kendaraan per jam.

"(Ketika dikembalikan) itu sangat besar sekali dampaknya, signifikan," kata dia.

Saat ini progres konstruksi tol layang tersebut telah mencapai 81 persen. Jasa Marga menargetkan uji laik fungsi ruas ini dapat dilaksanakan September 2019.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X