Tips Merancang Rumah Idaman di "Gang Senggol"

Kompas.com - 25/04/2019, 22:14 WIB
Lukisan di gang sempit di Kampung Cibunut RW 07 Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung KOMPAS.com/DENDI RAMDHANILukisan di gang sempit di Kampung Cibunut RW 07 Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung

JAKARTA, KOMPAS.com - Di Indonesia, istilah gang senggol digunakan untuk menyebut jalan kecil di antara bangunan di permukiman.

Disebut demikian lantaran orang-orang yang melaluinya akan selalu bersenggolan satu sama lain karena lebar jalan yang terlalu sempit.

Biasanya jalan-jalan tersebut dapat diakses dengan jalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua.

Meskipun sebetulnya cukup layak, namun karena letaknya di dalam gang menimbulkan kesan sumpek dan kurang nyaman untuk dihuni.

Arsitek Andrea Fitrianto menjelaskan, permukiman yang berada di gang senggol ini tumbuh secara organik karena kepadatan penduduk perkotaan yang semakin meningkat.

"Kota-kota di Indonesia itu kan banyak yang tumbuh secara organik sehingga kita punya kampung kota. Dan saat ini posisinya di permukiman seperti ini memang peraturan dan standar tidak terlalu berjalan," tutur Andrea kepada Kompas.com, Kamis (25/4/2019).

Baca juga: 5 Desain Kamar Mandi Paling Menarik

Jalan-jalan di dalam permukiman tersebut, lanjut dia, dapat menjadi ruang komunal tempat berkumpulnya warga.

Bahkan Andrea menyebut, jalan ini dapat menjadi ruang multifungsi warga, sehingga ruangan di dalam rumah hanya berfungsi sebagai area privat.

Salah satu rumah seharga Rp 250 juta yang berlokasi di salah satu gang di Jalan Gang 100, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tampak rumah berada di gang sempit yang tidak dapat dilintasi mobil. Foto diambil pada Jumat (31/3/2017).Kompas.com/Alsadad Rudi Salah satu rumah seharga Rp 250 juta yang berlokasi di salah satu gang di Jalan Gang 100, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tampak rumah berada di gang sempit yang tidak dapat dilintasi mobil. Foto diambil pada Jumat (31/3/2017).
Untuk itu, bagi warga yang ingin membangun rumah di area ini, harus dirancang tidak menempel dengan tembok batas lahan. Hal ini dilakukan guna memberikan celah untuk cahaya dan ventilasi alami ruangan.

Celah ini juga berfungsi mengantisipasi jika terjadi kebakaran dan mencegah api tidak akan cepat menyambar ke rumah lain.

Selain itu, dalam merancang bangunan rumah di gang senggol, Andrea menyarankan penghuni untuk memperhatikan talang dengan benar agar air cucuran hujan tidak jatuh ke lahan sebelah atau rumah tetangga.

Baca juga: Desain Inspiratif untuk Rumah Mungil Kurang dari 30 Meter Persegi

Lebih lanjut, Andrea menyarankan, jarak antar rumah juga dibuat tidak sampai menempel. Hal ini bertujuan agar kendaraan pemadam maupun selang dapat masuk ke dalam permukiman.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X