2021, Pemerintah Janjikan Jalur Pansela Jateng-Yogya Kembali Mulus

Kompas.com - 24/04/2019, 17:00 WIB
Menteri PUPR Basuki HadimuljonoKementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Peningkatan kualitas Jalur Pantai Selatan ( Pansela) Pulau Jawa terus dilakukan pemerintah guna menunjang konektivitas masyarakat.

Panjang jalur pansela sendiri diketahui mencapai 1.405 kilometer, yang terbentang mulai dari Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta hingga Jawa Timur.

Saat ini, pemerintah tengah fokus penyelesaian jalur pansela di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Targetnya, dalam dua tahun ke depan 10,65 kilometer jalur pansela di Jawa Tegah dan 17,66 kilometer di Yogyakarta mulus tertangani.

Kebutuhan anggaran untuk menangani proyek ini mencapai Rp 1,98 triliun.

Rinciannya, Rp 1,1 triliun untuk Jawa Tengah yang meliputi perbaikan untuk wilayah Tambakreja-Bantarsari dan Jladri-Tambakmulyo.

Baca juga: Jangan Lewatkan, Ada 36 Pantai Instagramable di Pansela Yogyakarta

Sementara, perbaikan di Yogyakarta akan menelan anggaran Rp 885 miliar yang meliputi wilayah Jembatan Kretek 2, Legundi-Kanigoro-Planjan, dan Jeruk Wudel-Baran-Duwet.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, sejumlah kontrak baru telah dibuat untuk peningkatan kualitas jalan di wilayah ini.

"Kontrak-kontrak baru sudah ada, jadi kalau Jawa (Tengah), Jogja, sudah habis dengan kontrak ini. Di Jawa Tengah juga tinggal Jembatan Kretek," kata Basuki di kantornya, Jumat (12/4/2019) lalu.

Panjang jalur pansela di kedua wilayah ini mencapai 328,02 kilometer, 211,95 kilometer di antaranya melintasi wilayah Jawa Tengah dan 116,07 kilometer melintasi wilayah Yogyakarta.

Hampir sebagian besar jalur ini telah tertangani. Sampai dengan 2018, tercatat 151,23 kilometer jalur di Jawa Tengah telah ditingkatkan kualitasnya.

Sementara di Yogyakarta, yang telah ditangani mencapai 67,63 kilometer.

Adapun wilayah yang belum tertangani meliput kawasan Slarang-Ayah/Bodo dan Ayah/Bodo-Jladri di Jawa Tengah.

Sementara di Yogyakarta yaitu wilayah Kretek-Girijati, Planjan-Baron-Tepus, dan Tepus-Jeruk Wudel.

"Tidak semuanya akan terkontrak tahun ini. Dari yang 212 kilometer yang terkontrak tahun ini ada empat paket. Jadi berkurang lagi," cetus Basuki.

Dengan penanganan tersebut, diharapkan pada 2021 jalan di Jawa Tengah yang telah tertangani telah mencapai 76,38 persen atau sekitar 161,88 kilometer.

Sementara di Yogyakarta telah mencapai 73,48 persen atau sekitar 85,29 kilometer.




Close Ads X