Meski Pasar Sydney Lesu, Pengembang Indonesia Yakin Capai Target

Kompas.com - 22/04/2019, 19:18 WIB
Fasad depan Eastlakes LIve, Sydney, Australia. Dokumentasi Crown GroupFasad depan Eastlakes LIve, Sydney, Australia.

Kontribusi terbesar terjadi pada bulan Maret dan April yang berasal dari penjualan Mastery by Crown di kawasan Waterloo.

Iwan menegaskan, bahwa bisnis properti adalah permainan jangka panjang. yang berpijak pada aksi membeli untuk kemudian menunggu. Bukan menunggu untuk kemudian membeli.

Karena pada faktanya selama dua dekade terakhir, properti terus menunjukkan kinerja sebagai instrumen investasi yang solid.

Dia mencontohkan rumah di Sydney yang dihargai Rp 1 miliar pada 1993, saat ini ditaksir menembus angka Rp 20 miliar.

Artinya, telah terjadi pertumbuhan nilai sebesar 2.000 persen dalam 34 tahun atau rata-rata 58 persen per tahun.

“Orang-orang tidak pernah membayangkan harga rata-rata rumah per unit akan menjadi Rp 7,5 miliar pada hari ini," cetus Iwan.

Baca juga: Nomor 2 Setelah China, Indonesia Pembeli Properti Terbanyak di SydneyFaktor yang memengaruhi peningkatan harga properti terutama apartemen, imbuh dia, adalah tren tinggal di hunian vertikal. 

Saat ini, lebih banyak pembeli memilih tinggal di apartemen dibandingkan rumah tapak karena harga yang lebih rendah dan lokasi yang lebih nyaman.

Sementara itu, Konsultan Properti Finder Graham Cooke, mengatakan saat-saat pasar cooling down  seperti sekarang bisa menjadi peluang bagi pembeli pertama atau first time home buyer untuk memulai membangun portofolio properti mereka.

"Dengan harga rata-rata properti paling tinggi, tidak mengherankan bahwa Sydney diperkirakan akan terpukul paling parah oleh penurunan properti," kata Graham seperti dilansir Dailymail.

Crown Group sendiri merupakan kelompok usaha properti yang digawangi duet asal Indonesia Iwan Sunitor dan Paul Sathio.

Mereka memiliki proyek hunian apartemen di enam lokasi di Sydney, Brisbane dan Melbourne serta Amerika Serikat dan Indonesia. Empat proyek hunian utama saat ini sedang dibangun di Sydney.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X