Desain Rekonstruksi Katedral Notre Dame Disayembarakan

Kompas.com - 18/04/2019, 12:30 WIB
Kombinasi foto menunjukkan menara Gereja Notre Dame di Paris, Perancis, yang diambil pada 26 Juni 2018 (kiri) dan kondisi menara gereja tersebut yang tengah dilalap api pada 15 April 2019. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu, api dengan cepat melalap atap dan puncak menara gereja bernuansa Gotik yang dibangun pada abad ke-12 itu. AFP/LUDOVIC MARINKombinasi foto menunjukkan menara Gereja Notre Dame di Paris, Perancis, yang diambil pada 26 Juni 2018 (kiri) dan kondisi menara gereja tersebut yang tengah dilalap api pada 15 April 2019. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu, api dengan cepat melalap atap dan puncak menara gereja bernuansa Gotik yang dibangun pada abad ke-12 itu.

KOMPAS.com – Pemerintah Perancis akan membuat sayembara untuk para arsitek berkompetisi merancang menara pengganti Katedral Notre Dame, Paris, setelah baru-baru ini runtuh akibat kebakaran.

Perdana Menteri Perancis Edouard Philippe mengatakan, desain yang baru bukan sekadar menciptakan kembali menara asli, melainkan menara yang sesuai dengan teknik dan tantangan zaman.

“Kami akan mengumumkannya secara internasional. Seperti yang sering terjadi dalam evolusi warisan bangunan, kami harus membangun menara baru untuk Notre Dame," kata Edouard Philippe, seperti dilansir Dezeen, Kamis (18/4/2019).

Seperti diketahui, keruntuhan menara itu terjadi secara dramatis disaksikan banyak orang yang berkumpul melihat kebakaran katedral bergaya gotik yang bersejarah itu.

Namun, puncak menara ini bukan bagian asli dari katedral yang dibangun pada abad ke-12 dan ke-13 itu.

Baca juga: Mengapa Notre Dame Disebut Ikon Arsitektur Gotik?

Menara tersebut diyakini bukan merupakan atap pertama yang dibangun antara abad ke-13 dan ke-18, yang kemudian rusak karena embusan angin.

Arsitek Perancis Eugène Viollet-le-Duc menambahkan, menara baru dibuat pada abad ke-19 sebagai usaha pemulihan atap katedral.

Menara itu dibuat dari kayu ek yang dilapisi timah. Puncaknya setinggi 90 meter dan beratnya 750 ton.

Menara tersebut juga dihiasi 12 patung tembaga dan di atasnya terdapat patung seekor ayam jantan berbahan tembaga.

Ketika menara itu runtuh, patung tersebut tidak ikut hancur karena telah dipindahkan hanya beberapa hari sebelum kebakaran.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Dezeen
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X