Bekasi, Karawang, dan Purwakarta, Wilayah Favorit Industri

Kompas.com - 15/04/2019, 15:00 WIB
Head of Research JLL Indonesia James Taylor.KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEA Head of Research JLL Indonesia James Taylor.

JAKARTA, KOMPAS.com – Hasil survei JLL Indonesia memperlihatkan, sebagian besar area industri dan pergudangan modern di seputar Jabodetabek berlokasi di bagian timur Jakarta.

Kuartal I-2019, wilayah ini mengambil porsi sebesar 66 persen yang tersebar di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Kemudian, untuk wilayah barat mulai dari Tangerang, Serang, sampai Cilegon, yakni sebanyak 28 persen. Sisanya sebesar 6 persen berada di Bogor.

“Bekasi, Karawang, dan Purwakarta masih menjadi wilayah favorit untuk kawasan industri dan logistik,” ucap Head of Research JLL Indonesia James Taylor di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Dia mengatakan, total suplai pergudangan modern yang berlokasi di Jabodetabek dan sekitarnya secara agregat seluas 1,5 juta meter persegi.

Baca juga: Kawasan Industri Tanah Kuning di Tanjung Selor Siap Terima Investor

Secara rinci, wilayah Cikarang menyediakan lebih dari 600.000 meter persegi dengan tingkat hunian 99 persen, Jakarta memasok hampir 300.000 meter persegi dengan angka hunian 97 persen, dan Bekasi menyuplai 150.000 meter persegi yang 100 persen dihuni.

Kemudian, Karawang memberi kontribusi pergudangan hampir 100.000 meter persegi dengan tingkat hunian 86 persen, sedangkan Depok dan Bogor menyumbang stok di bawah 100.000 meter persegi dengan angka hunian 100 persen.

Terakhir, Tangerang memberi pasokan seluas hampir 50.000 meter persegi, di mana huniannya mencapai 99 persen.

“Ini merupakan salah satu sektor yang aktif di pasar. Permintaan untuk gudang logistik modern cukup tinggi, angka huniannya juga tinggi,” ujar James.

Jika ditinjau dari jenis usahanya, perusahaan logistik dan fast moving consumer goods (FMCG) mendominasi permintaan untuk kawasan industri dan gudang modern.

Porsinya yaitu perusahaan logistik sekitar 48 persen, FMCG 20 persen, elektronik lebih kurang 18 persen, e-commerce sekitar 9 persen, dan industri otomotif hampir 5 persen.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X