Jokowi: Tak Ada Negara Maju yang Tidak Bangun Infrastruktur

Kompas.com - 13/04/2019, 16:25 WIB
Relawan dan simpatisan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - KH Maruf Amin menghadiri Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Konser Putih Bersatu tersebut menjadi puncak dari kampanye akbar pasangan nomor urut 01 sebelum memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara (Pemilu) serentak pada Rabu, 17 April 2019 mendatang. ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA Relawan dan simpatisan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo - KH Maruf Amin menghadiri Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Konser Putih Bersatu tersebut menjadi puncak dari kampanye akbar pasangan nomor urut 01 sebelum memasuki masa tenang dan hari pemungutan suara (Pemilu) serentak pada Rabu, 17 April 2019 mendatang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan, pentingnya pembangunan infrastruktur di hadapan massa pendukungnya yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Sabtu (13/4/2019) sore.

"Tidak ada satu pun negara maju yang tidak bangun infrastruktur," kata Jokowi.

Dalam pidato politiknya, ia menekankan, setiap negara maju pasti memiliki infrastruktur yang baik.

Karena itu selama masa pemerintahannya, kandidat petahana tersebut, selalu melakukan pembangunan infrastruktur.

Selain itu, Jokowi menambahkan, negara yang maju juga pasti akan memiliki sumber daya manusia yang unggul.

Baca juga: Mencermati Program Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi soal Infrastruktur

"Oleh sebab itu kita slelau dalam lima tahun ini berkonsentrasi dalam pembangunan infrastruktur, dan lima tahun ke depan kita konsentrasi pada pembangunan kualitas SDM," kata Jokowi.

Lebih jauh, Jokowi menegaskan, pentingnya optimisme dalam memimpin sebuah negara. Terlebih negara besar seperti Indonesia yang dihuni lebih dari 269 juta penduduk.

Optimisme diperlukan untuk menghadapi segala rintangan dan tantangan yang akan terjadi di masa depan.

"Jangan sampai kita merasa pesimistis, jangan sampai kita merasa rendah, karena negara ini negara besar. Kita negara besar, bangsa besar yang memiliki masa depan yang lebih baik," tuntasnya.




Close Ads X