BPJT Tunggu Usulan Perpanjangan Tol Balikpapan-Samarinda-Bontang

Kompas.com - 09/04/2019, 16:33 WIB
Kepala BPJT Danang Parikesit Kompas.com / Dani PrabowoKepala BPJT Danang Parikesit

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana perpanjangan proyek Tol Balikpapan-Samarindah hingga ke Bontang, sampai kini belum diusulkan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kendati demikian, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) menyatakan siap menindaklanjuti bila memang ada investor yang berencana untuk menggarapnya.

"Sampai hari ini kita belum terima secara resmi izin prakarsa itu. Prinsipnya kami siap untuk evaluasi untuk extension. Sama juga soal Pontianak-Singkawang, kami belum terima proposal resmi," kata Kepala BPJT Danang Parikesit di kantornya, akhir pekan lalu.

Kandidat presiden petahana, Joko Widodo sebelumnya berjanji meneruskan proyek tol pertama di Kalimantan tersebut hingga ke Bontang, bila kembali terpilih.

"Jalan tol pertama di Pulau Kalimantan akan selesai akhir tahun ini. Setelah itu, kita teruskan ke Bontang sejauh lebih 90 kilometer lagi," kata Jokowi seperti dikutip Kompas.com dari akun Instagram resminya, Minggu (31/3/2019).

Baca juga: Janji Jokowi, Teruskan Proyek Tol Balikpapan-Samarinda hingga Bontang

Menurut dia, jalan tol menjadi salah satu infrastruktur yang penting dalam menunjang kemajuan Kalimantan, terutama Kalimantan Timur.

"Di Balikpapan dan Bontang sudah akan dibangun kilang besar untuk cadangan minyak strategis, dan tentu saja membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat," tutur Jokowi.

PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) sebagai pemegang konsesi Tol Balikpapan-Samarinda  sendiri menargetkan operasionalisasi secara fungsional Mei 2019. 

Hal ini dimaksudkan agar bisa digunakan untuk mudik dan balik Lebaran 2019.

“Paling cepat bisa fungsional bulan Mei nanti,” ujar Direktur Utama PT JBS STH Saragi kepada Kompas.com, Senin (8/4/2019).

Untuk mengejar target, JBS pun menggeber penyelesaian pembangunan. Saat ini pembebasan lahannya secara keseluruhan dari Seksi 1 sampai Seksi 5 mencapai 98,77 persen.

Sementara perkembangan konstruksi fisik Seksi 1 sampai Seksi 5 secara rata-rata sudah 84,99 persen.

Saragi mengatakan, pengerjaan proyek jalan tol ini tidaklah mudah karena menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan terbesarnya yaitu masalah pembebasan lahan.

“Yang paling krusial itu pembebasan lahannya. Kami buat perencanaan, tapi kalau pembebasan lahannya mundur, konstruksi ikut mundur juga,” ucap Saragi.

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda terbentang sepanjang 99,350 kilometer, dan terdiri dari lima seksi.

Seksi 1 mulai dari Km 13 hingga Samboja sepanjang 22,025 kilometer, Seksi 2 dari Samboja hingga Muara Jawa sepanjang 30,975 kilometer, dan Seksi 3 dari Muara Jawa hingga Palaran sepanjang 17,300 kilometer.

Kemudian, Seksi 4 dari Palaran hingga Jembatan Mahkota II sepanjang 17,550 kilometer dan Seksi 5 dari Km 13 hingga Bandara Sepinggan sepanjang 11,500 kilometer.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X