Triwulan I, Tingkat Hunian Apartemen Sewa Turun

Kompas.com - 04/04/2019, 13:23 WIB
Ilustrasi apartemen studio Fresh HomeIlustrasi apartemen studio

JAKARTA, KOMPAS.com - Tingkat okupansi apartemen sewa baik untuk servis apartemen maupun non servis apartemen mengalami koreksi pada awal tahun ini.

Meski rata-rata tarif sewa yang ditawarkan naik, namun hal tersebut bukan harga transaksi yang disepakati konsumen dan pemilik proeprti.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menjelaskan, secara keseluruhan tingkat okupansi apartemen sewa di Jakarta turun dari 71,6 persen pada Kuartal IV-2018, menjadi 70,4 persen pada Kuartal I-2019.

Hal itu disebabkan adanya libur Tahun Baru dan perayaan Imlek, sehingga menyebabkan banyak penyewa yang memilih untuk berlibur dari pada tetap tinggal di Ibu Kota.

"Awal tahun 2019, pasar apartemen sewa itu dipengaruhi kondisi low seasons. Kita lihat okupansi belum banyak bergerak," kata Ferry di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Saat ini, situasi pasar masih mendominasi kondisi pasar apartemen sewa, dimana posisi tawar calon penyewa relatif lebih kuat.

Baca juga: Menghitung Kenaikan Harga Apartemen Pasca MRT Beroperasi

Meskipun pemilik properti menawarkan kenaikan tarif rata-rata hingga 1,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, namun pada saat transaksi harga jadi dapat turun hingga 5 persen tergantung durasi masa sewa.

Kenaikan tarif penawaran tertinggi, sebut Ferry, terjadi untuk apartemen sewa yang berada di kawasan pusat bisnis niaga Jakarta yakni mencapai 1,4 persen.

Sementara untuk apartemen di kawasan lain, terutama di kawasan Jakarta Selatan, tercatat kenaikan penawaran 1,1 persen.

"Hal ini tidak hanya terjaid untuk apartemen sewa, tetapi juga apartemen strata title yang disewakan. Posisinya sama seperti ini, dimana posisi tawar penyewa cukup kuat," kata dia.

Hingga akhir Kuartal I-2019, imbuh Ferry, tidak ada pasokan apartemen sewa baru, baik untuk servis apartemen maupun non servis apartemen.

Pertumbuhan pasokan dalam tiga tahun ke depan pun diprediksi tidak cukup besar, hanya 641 unit saja.

Sementara, total pasokan yang ada saat ini mencapai 9.052 unit, terdiri atas 61 persen apartemen servis dan 39 persen non servis apartemen.

"Untuk tingkat hunian sampai 2021 kami perkirakan juga masih akan bertahan di kisaran 70 persen," tandasnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X