Warga Terdampak Banjir Bandang Sentani Bakal Direlokasi

Kompas.com - 02/04/2019, 11:30 WIB
Presiden Joko Widodo sedang duduk bersama dengan para pengungsi korban bencana banjir bandang di GOR Toware, Kabupaten Jayapura (1/4/2019). KOMPAS.com/DHIAS SUWANDIPresiden Joko Widodo sedang duduk bersama dengan para pengungsi korban bencana banjir bandang di GOR Toware, Kabupaten Jayapura (1/4/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para korban banjir bandang Sentani akan direlokasi. Presiden Joko Widodo meminta warga yang sebelumnya tinggal di kawasan rawan bencana dipindahkan.

Lokasi pemindahan ditentukan Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Jayapura. Presiden meminta, lokasi harus benar-benar berada di zona  aman.

"Relokasinya akan segera ditetapkan oleh gubernur dan bupati. Kalau sudah tempatnya nanti dibebaskan dan sudah ditetapkan, baru kita akan masuk nanti untuk pembangunan rumahnya," kata Presiden seperti dikutip dari laman Setkab.go.id, Selasa (2/4/2019).

Sebelumnya, Presiden menyambangi korban banjir di posko pengungsian GOR Toware, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (1/4/2019) siang.

Baca juga: Pasca-banjir Sentani, Kementerian PUPR Bersihkan Jalan Nasional

Saat berdialog dengan pengungsi, sejumlah warga berharap segera mendapatkan kepastian tentang relokasi tempat tinggal mereka. Sebab, rumah yang mereka huni sebelumnya telah habis disapu banjir.

"Kita mau membangun kalau membangun di tempat yang lama tidak mungkin, memungkinkan karena akan terjadi bencana lagi, berulang lagi sehingga di lokasi di tempat yang dipastikan aman dari bencana," kata Presiden.

Sejauh ini, lokasi relokasi belum ditemukan. Namun, Presiden memastikan, pembangunan hunian segera dilaksanakan bila lokasi baru yang ditentukan telah ditemukan.

"Tanya ke Gubernur tanahnya kapan, baru tanya ke kita (pemerintah pusat) kapan membangunnya. Begitu tanah ada, langsung hari itu juga kita bangun," ucap dia.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan telah mengirim tim untuk meninjau lokasi tanah yang akan digunakan sebagai lokasi relokasi. Upaya negosiasi pun tengah dilakukan dengan pemilik lahan.

Ia berharap, lokasi relokasi berada di sepanjang jalan Jayapura menuju Wamena.

"Kalau dia sudah dapat tempatnya pasti kita akan kita bebaskan kemudian kita akan membangunnya. Tim sedang cari, mereka sudah dapat. Jadi pasti kami bebaskan," pungkas Lukas.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X