Pasokan Tipis, Harga Sewa Pusat Belanja Turun

Kompas.com - 01/04/2019, 12:35 WIB
Ilustrasi ritel ShutterstockIlustrasi ritel

JAKARTA, KOMPAS.com - Penambahan luas area komersial pada Semester II-2018 di Jakarta naik tipis sebesar 0,3 persen secara tahunan dibanding periode yang sama 2017.

Menurut laporan Savills World Research Indonesia, secara kumulatif, stok ruang ritel pada paruh kedua 2018 mencapai 3.086.566 meter persegi dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 3.078.566.

Savills mencatat peningkatan stok ruang ritel di Jakarta terjadi pada kelas middle-up ditopang dengan adanya pembukaan proyek SOHO Pancoran di Jakarta Selatan oleh Agung Podomoro Land. Proyek ini menambahkan pasokan ruang ritel sekitar 8.000 meter persegi.

"Berdasarkan kelasnya, pasar Jakarta masih didominasi oleh pusat perbelanjaan middle-up terhitung dari 41 persen atau mencapai 1.274.069 meter persegi dari total stok ruang ritel yang ada," ujar Research Director Savills Anton Sitorus.

Baca juga: Tak Hanya Kantor, Pusat Belanja Pun Kosong

Sementara stok ruang ritel di segmen upper mencapai 32 persen atau 1.034.150 meter persegi, kelas high-end dan middle-low masing-masing 14 persen (427.466 meter persegi) dan 13 persen (399.981 meter persegi).

Pengembangan pusat perbelanjaan middle-low sangat terbatas sementara pembangunan mal kelas upper dan middle-up lebih banyak dibangun.

Ilustrasi ritelShutterstock Ilustrasi ritel
Dalam hal lokasi, Jakarta Selatan masih menjadi pasar terbesar untuk pusat perbelanjaan dengan persentase sebesar 37 persen.

Wilayah lain seperti Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat menempati porsi masing-masing 21 persen, 19 persen, dan 15 persen. Sementara 8 persen sisanya berada di Jakarta Timur.

Adapun untuk pasokan yang akan datang mencapai 105.810 meter persegi pada 2019 dan 164.276 meter persegi pada 2020.

Sedangkan pada 2021 pasokan ruang ritel diproyeksikan akan bertambah seluas 51.000 meter persegi.

Sewa turun

Savills mencatat rerata harga sewa ruang ritel selama Semester II-2018 mencapai Rp 349.774 per meter persegi per bulan untuk seluruh kelas.

Angka ini menurun 1,7 persen dibanding periode sama pada 2017 yang mencapai Rp 355.923 per meter persegi per bulan.

Per segmen, harga sewa untuk kelas high-end mencapai Rp 787.857 per meter persegi per bulan.

Sementara harga sewa untuk segmen upper mencapai Rp 502.222 per meter persegi per bulan, segmen middle-up Rp 292.136 per meter persegi per bulan, dan segmen middle-low Rp 213.333 per meter persegi per bulan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X