Tak Hanya Kantor, Pusat Belanja Pun Kosong

Kompas.com - 28/02/2019, 10:30 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak cuma perkantoran, pusat belanja di Jakarta pun mengalami kekosongan, terutama kelas menengah atas.

Hasil survei Savills Indonesia memperlihatkan, mal kelas menengah atas menduduki posisi tertinggi tingkat kekosongan atau vacancy rate dengan seluas 610.700 meter persegi atau 19,7 persen dari total seluruh mal 3,1 juta meter persegi.

Disusul kelas mewah sekitar 9 persen atau seluas 279.000 meter persegi, kelas menengah-bawah 7 persen atau seluas 217.000 meter persegi, dan kelas atas 6 persen atau seluas 186.000 meter persegi.

Bila dijumlahkan, angka kekosongan untuk semua jenis mal secara keseluruhan seluas 1.292.700 meter persegi.

Baca juga: Pasok Berlebih, 1,5 Juta Meter Persegi Perkantoran di Jakarta Kosong!

"Yang cukup menantang di mal kelas middle-up ini, vacancy-nya nyaris 20 persen, kalau yang lain di bawah 10 persen," kata Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus di kantornya, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Secara keseluruhan, tingkat kekosongan untuk semua jenis mal berada di angka 12 persen.
Menurut dia, tingginya kekosongan mal kelas middle-up karena kualitasnya yang bisa dibilang tanggung.

Ini yang menyebabkan tidak banyak peritel berminat menyewa di pusat perbelanjaan tersebut.

"Mungkin karena secara kelas ini nanggung, bukan bagus tapi bukan jelek juga. Jadi peritel agak reluctant masuk ke mal kelas middle-up ini," imbuhnya.

Baca juga: Rest Area Tol Jombang-Mojokerto Dirancang Layaknya Pusat Belanja

Anton mencontohkan, mal kelas menengah adalah Atrium Senen, Pejaten Village, dan Bassura City.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi ramainya pengunjung di suatu mal, antara lain dari konsepnya, penyewa, dan layout mal tersebut.

Secara umum, jumlah suplai ruang baru untuk semua jenis mal di Jakarta pada 2018 seluas 8.000 meter persegi.

Bila dibandingkan dua tahun sebelumnya, pasokan ini terus menurun signifikan. Tahun 2016 hampir 150.000 meter persegi dan tahun 2017 seluas 100.000 meter persegi.

Jika dikumulasikan dari tahun 2010, total pasokan pusat perbelanjaan hingga tahun ini seluas 3,1 juta meter persegi.

Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X