Meski Lebih Unggul dari Metode Konvensional, BIM Punya Kekurangan

Kompas.com - 30/03/2019, 23:34 WIB
Ilustrasi Industri 4.0 SHUTTERSTOCKIlustrasi Industri 4.0

JAKARTA, KOMPAS.com – Penggunaan Building Information Modelling (BIM) merupakan salah satu contoh konkret penerapan teknologi di bidang konstruksi bangunan memasuki era revolusi industri 4.0.

Teknologi BIM dinilai memiliki keunggulan dibanding metode desain konvensional karena bisa mempercepat proses pembangunan proyek konstruksi sesuai desain.

Selain itu, BIM juga dapat membuat pembangunan proyek bisa dilakukan lebih efektif dan efisien sesuai kebutuhan, mulai dari perencanaan, pengerjaan di lapangan, hingga tahap penyelesaian.

Meski demikian, tidak selamanya BIM lebih unggul. Salah satu kekurangannya yaitu dari segi biaya karena memakai software (perangkat lunak) yang harus dibeli dari produsennya yang berasal dari negara lain.

Di samping itu, aplikasi BIM yang harus menggunakan server dan berbasis cloud juga memerlukan dana yang tidak sedikit karena harus mengeluarkan biaya sewa server.

Baca juga: Teknologi BIM Percepat Konstruksi Proyek Sesuai Desain

“Di satu sisi BIM bisa mengurangi biaya printing, biaya produksi gambar, revisi di lapangan, tapi ada cost di penggunaan software. Cloud itu kan sewa,” ujar dosen Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Mikhael Johanes, saat dijumpai Kompas.com di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Namun, dia tidak menyebutkan biaya pemakaian software dan penyewaan server berbasis cloud tersebut.

Akan tetapi, dilihat secara keseluruhan, jika BIM diterapkan secara benar dan efektif maka pembiayaan suatu proyek bangunan akan lebih hemat, terutama untuk proyek-proyek berskala besar.

“Tapi kalau running-nya benar, pasti lebih efisien karena kalau di proyek-proyek besar biaya revisi enggak murah. Yang pasti berkurang biaya drafting, ada proses menggambar yang diganti dengan modelling. Biaya untuk komunikasi pakai gambar juga berkurang karena modelnya via internet,” kata Mikhael.

Dia menambahkan, ada satu hal yang tidak kalah penting dan harus diperhatikan jika mau menggunakan BIM dalam suatu proyek, yakni pelatihan sumber daya manusia.

Artinya, semua pekerja konstruksi yang terlibat dalam proyek tersebut, misalnya arsitek, tenaga teknik sipil, dan pekerja di lapangan, harus memiliki bekal pengetahuan yang memadai untuk mempraktikkan BIM dalam bagian kerja mereka masing-masing.

Dengan demikian, BIM bisa benar-benar dimanfaatkan dan diaplikasikan dengan baik sehingga efektivitas dan efisiensi pembangunan suatu proyek konstruksi bisa terasa maksimal.

“Kalkulasinya enggak sederhana. Belum lagi soal adaptasi, harus ada training. Awalnya pasti berat, tapi secara keseluruhan akan lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X