Teknologi BIM Percepat Konstruksi Proyek Sesuai Desain

Kompas.com - 30/03/2019, 19:30 WIB
Ilustrasi Industri 4.0 SHUTTERSTOCKIlustrasi Industri 4.0

JAKARTA, KOMPAS.com – Banyak bidang pekerjaan saat ini yang telah merasakan pengaruh dari revolusi industri 4.0, salah satunya sektor konstruksi.

Berbagai teknologi diciptakan untuk mempermudah pembangunan konstruksi gedung dan infrastruktur, misalnya perkantoran, pusat perbelanjaan, jalan, dan fasilitas umum lainnya.

Salah satunya yaitu teknologi Building Information Modelling (BIM). Ini merupakan sistem aplikasi digital yang menggabungkan desain bangunan dengan data atau informasi teknisnya.

Teknologi ini memungkinkan tahap-tahap pembangunan dilakukan lebih cepat, akurat,setrta efektif dan efisien sesuai kebutuhan, mulai dari perencanaan, desain, konstruksi, hingga operasionalnya.

Begitu pula dengan pemilihan material bangunan dan penggunaan peralatan menjadi lebih optimal. Dengan begitu, kesalahan teknis yang mungkin terjadi bisa diminimalisasi.

Baca juga: Industri 4.0 Mendorong Sektor Konstruksi Lebih Efisien

“Mengarahnya ke custom secepat mungkin. BIM itu seperti cerminnya bangunan. Ada bangunan dan model virtualnya, dan data di komputer, disimulasikan. Kita bisa tahu sampai spesifikasinya dan diproduksi perusahaan apa,” ucap dosen Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Mikhael Johanes, ketika ditemui Kompas.com di Jakarta, Sabtu (30/3/2019).

Dia mengatakan, BIM membuat koordinasi di antara semua pihak yang terlibat dalam suatu proyek bangunan menjadi lebih mudah dan efektif.

Mulai dari desain yang dibuat oleh arsitek, kemudian dikerjakan di lapangan, instalasi listrik dan air, hingga bermacam hal lain.

Semuanya bisa dikerjakan secara bersamaan oleh teknisi yang bekerja pada masing-masing bagian.

Mereka pun bisa langsung melakukan analisis dan saling mengoreksi jika ditemui kekurangan atau masalah dalam desain dan praktik di lapangan.

“Koordinasinya lebih gampang, ada server yang isinya satu model BIM, kemudian dari arsitek ke teknik sipil, lalu ke mechanical electric. Sebelum ada masalah di lapangan sudah diketahui di pusat datanya. Misalnya pipa gas dan air tabrakan, itu bisa dideteksi sejak dini,” terang Mikhael.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X