Kompas.com - 30/03/2019, 19:30 WIB

“Koordinasinya lebih gampang, ada server yang isinya satu model BIM, kemudian dari arsitek ke teknik sipil, lalu ke mechanical electric. Sebelum ada masalah di lapangan sudah diketahui di pusat datanya. Misalnya pipa gas dan air tabrakan, itu bisa dideteksi sejak dini,” terang Mikhael.

Mikhael menjelaskan, prinsip kerja BIM menggunakan sistem berbasis data di internet yang disebut cloud based system.

Jenis aplikasinya pun bermacam-macam, tergantung tingkat besar atau kecilnya suatu proyek.

“Level aplikasinya macam-macam, ada yang namanya alone BIM, kerja sendirian untuk satu kantor. Biasanya cuma untuk produksi gambar, dan dikerjakan oleh biro-biro arsitek kecil,” imbuhnya.

Untuk skala proyek yang lebih besar, sistem informasi datanya bisa diakses oleh lebih banyak pihak. Datanya dimasukkan ke server dan cara kerjanya berbasis cloud sehingga bisa diakses dari mana saja dan kapan saja.

Mikhael mencontohkan satu proyek yang dikerjakan secara bersamaan oleh satu tim yang terpisah di Jakarta dan Bandung.

BIM memungkinkan tim tersebut bekerja berbarengan karena mereka bisa berkoordinasi melalui server.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.