Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol Trans-Sumatera Dibangun untuk Genjot Perekonomian

Kompas.com, 28 Maret 2019, 21:12 WIB
Dani Prabowo,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Trans-Sumatera yang kini tengah dikebut pemerintah diyakini akan menjadi katalis pembangunan di seluruh wilayah Sumatera.

Namun demikian, menurut Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit, pembangunan di Sumatera tidak bisa hanya diselesaikan dengan hadirnya jalan tol semata.

Dibutuhkan pembangunan infrastruktur lain guna menunjang pembangunan, dan menggaairahkan perekonomian.

"Oleh karena itu memang harus dikombinasikan dengan pembangunan ekonomi wilayah. Kami juga mendorong teman-teman Hutama Karya punya gagasan pemikiran soal pengembangan kawasan industri, kawasan pariwisata," kata Danang menjawab Kompas.com, terkait berbagai kritik terhadap pembangunan Tol Trans-Sumatera, di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Baca juga: Kritik Pengamat soal Pembangunan Tol Lampung hingga Aceh

"Dan pada saat yang sama kami sedang komunikasi dengan Kementerian BUMN untuk mengoneksikan Jalan Tol Trans-Sumatera dengan pelabuhan-pelabuhan yang ada," imbuh dia.

Dengan adanya konektivitas tersebut, Danang meyakini, akan terjadi pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Sumatera. Hal ini pun bakal mendorong semakin berkembangnya arus lalu lintas di sana.

"Berikutnya, dorongan pertumbuhan ekonomi di daerah semakin kuat, karena kawasan-kawasan industri yang ada di masing-masing wilayah. Itu akan membangkitkan ekonomi baru di daerah, kemudian terjadi transformasi ekonomi daerah," ucap Danang.

Danang optimistis, dalam kurun lima tahun ke depan seluruh ruas Jalan Tol Trans Sumatera akan tersambung dari Aceh hingga Lampung. Saat itu terjadi, pembangunan di Sumatera dipastikan kian menggeliat.

Sebelumnya, pengamat infrastruktur Bambang Susanto Priyohadi menganggap pembangunan Jalan Tol Trans-Sumatera belum tepat dilaksanakan.

Sebab, selain membutuhkan investasi sangat besar, pengguna jalan tol tersebut juga masih dipertanyakan.

"Terus terang saja, pembangunan tol dari Lampung sampai Aceh itu yang lewat nanti siapa?" kata pengamat infrastruktur Bambang Susanto Priyohadi kepada Kompas.com, Rabu (27/3/2019).

Konstruksi Jalan Tol Trans-Sumatera diestimasikan menelan biaya pembangunan sekitar Rp 476 triliun.

Dana tersebut digunakan untuk mendanai proyek konstruksi jalan tol sepanjang 2.765 kilometer yang terbagi menjadi 24 ruas.

Dari jumlah tersebut, dukungan pemerintah berupa penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 16,1 triliun.

Rinciannya, tahun 2015 sebesar Rp 3,6 triliun, tahun 2016 senilai Rp 2 triliun, dan tahun berikutnya dengan porsi Rp 10,5 triliun.

Pemerintah juga memberikan dukungan berupa konstruksi ruas Terbanggi Besar-P Panjang-Kayu Agung sepanjang 80 kilometer senilai Rp 8,376 triliun dan ruas Kuala Tanjung-Tb Tinggi-Parapat sepanjang 50 kilometer sebesar Rp 7,74 triliun.

Selain itu, dukungan pemerintah juga terlihat dari penjaminan dengan rincian plafon Medan-Binjai sejumlah Rp 481 miliar, kemudian plafon Palembang-Sp Indralaya sebanyak Rp 1,24 triliun.

Adapun plafon Bakauheni-Terbanggi Besar sebesar Rp 15,59 triliun, plafon Pekanbaru-Dumai Rp 12,26 triliun, serta plafon Terbanggi Besar-P Panggang-Kayu Agung sebesar Rp 14,366 triliun.

Sedangkan penjaminan pemerintah dalam bentuk aset berupa sekuritisasi aset JORR S sebesar Rp 6,5 triliun dan monetisasi aset akses Tanjung Priok senilai Rp 4,5 triliun. 


Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau