Kritik Pengamat soal Pembangunan Tol Lampung hingga Aceh

Kompas.com - 27/03/2019, 19:38 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika. meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 KM dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya. ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO APresiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika. meresmikan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019). Presiden meresmikan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni - Terbanggi Tinggi Besar sepanjang 140,9 KM dalam rangka konektivitas dan percepatan jalur distribusi dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerataan pembangunan yang dilakukan pemerintah, salah satunya dengan membangun jaringan Tol Trans-Sumatera dinilai belum tepat dilaksanakan.

Sebab, selain membutuhkan investasi sangat besar, pengguna jalan tol tersebut juga masih dipertanyakan.

"Terus terang saja, pembangunan tol dari Lampung sampai Aceh itu yang lewat nanti siapa?" kata pengamat infrastruktur Bambang Susanto Priyohadi kepada Kompas.com, Rabu (27/3/2019).

Memang, kata dia, di beberapa wilayah Sumatera membutuhkan pembangunan jalan tol lantaran pertumbuhan ekonominya sudah bersifat regional.

Misalnya, wilayah seperti Medan dan Palembang, yang tingkat perekonomiannya relatif lebih bagus dibandingkan wilayah lainnya.

Pembangunan jalan tol di kedua wilayah ini sangat mendesak untuk direalisasikan guna mempercepat mobilitas orang, barang, dan jasa.

Baca juga: Pengamat Prediksi Tol Aceh Bakal Sepi Saat Beroperasi

Namun, untuk wilayah lain yang belum menerapkan sistem ekonomi regional, menurut Bambang, tidak memerlukan jalan tol.

"Itu pun (di Medan dan Palembang) hanya untuk kebutuhan urban, bukan regional. Padahal jalan tol itu sebagian besar untuk mendukung kebutuhan regional. Ini yang jadi penting, karena poin urgensinya tidak muncul di situ," imbuh dia.

Alangkah lebih baik, Bambang menilai, bila jalan arteri atau jalan nasional yang ada saat ini ditingkatkan kualitasnya.

Dengan demikian, dampak pertumbuhan ekonomi pun dapat lebih cepat dirasakan oleh masyarakat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X