April 2019, Lelang Tol Semarang-Demak Selesai

Kompas.com - 28/03/2019, 06:00 WIB
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat pelantikan Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Rabu (27/3/2019). Kompas.com/ERWIN HUTAPEAMenteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat pelantikan Direktur dan Wakil Direktur Politeknik Pekerjaan Umum (PU) di Semarang, Rabu (27/3/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com -  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, proses lelang pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak selesai pada April 2019.

Dia memperkirakan badan usaha jalan tol (BUJT) yang keluar sebagai pemenang lelang itu bisa ditetapkan pada Juni mendatang.

Setelah itu, BUJT bersangkutan dapat segera mengelola tol tersebut, mulai dari urusan pendanaan atau investasi, kerja sama dengan kontraktor, hingga tahap penyelesaian.

"Alhamdulillah BUJT-nya sedang dilelang. Kalau lelang April ini bisa selesai, mungkin Juni sudah bisa ditetapkan pemenangnya, kemudian baru (pembangunan) bisa jalan," ucap Basuki, di Semarang, Rabu (27/3/2019).

Dia menuturkan, BUJT dinilai penting untuk segera ditetapkan karena akan menentukan waktu dimulainya tahap awal pengerjaan proyek tersebut.

Baca juga: China Batal Investasi di Tol Semarang-Demak

"BUJT akan menetapkan siapa kontraktornya karena biasanya kontraktornya bukan BUJT. Kayak Jasa Marga investornya, tapi yang melaksanakan beda, misalnya Brantas atau swasta nasional lain," ujarnya.

Tol Semarang-Demak dirancang sepanjang 27 kilometer dengan investasi yang dibutuhkan Rp 15,3 triliun. Sejak awal, pembangunan tol ini ditargetkan dapat terlaksana pada tahun ini dan selesai pada 2021.

Secara teknis Tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak.

Kecepatan rencana 100 kilometer per jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2x2 dan jalur akhir 2x3.

Tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa. Seperti diketahui kondisi lalu lintas kawasan utara Jawa kepadatannya cukup tinggi.

Jalan tol ini akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak.

Tanggul laut tersebut berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (land subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X