China Batal Investasi di Tol Semarang-Demak

Kompas.com - 14/03/2019, 08:21 WIB
Kepala BPJT Danang ParikesitKementerian PUPR Kepala BPJT Danang Parikesit

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pengerjaan Tol Semarang-Demak sepanjang 27 kilometer kini tinggal diperebutkan dua konsorsium dalam negeri. Setelah dua konsorsium asing asal China batal memasukkan dokumen lelang.

"Yang shortlist diundang kan ada empat. Sekarang ada dua (yang sudah masukkan), kecuali yang asing enggak masukkan (dokumen)," kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit di Jakarta, Rabu (14/3/2019).

Kedua konsorsium asing itu adalah PT China Harbour Indonesia dan Sinohydro Corporation Limited.

Baca juga: Mei 2019, PPJT Tol Semarang-Demak Ditandatangani

Sementara dua konsorsium dalam negeri yang merebutkan yakni PT Jasa Marga Tbk-PT Waskita Toll Road-PT Adhi Karya Tbk-PT Brantas Abipraya (Persero).

Kemudian, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk-PT Wijaya Karya (Persero) Tbk-PT Misi Mulia Metrical.

Saat ini, ia menambahkan, panitia masih membahas teknis lelang yang akan dilakukan. Bila tak ada rintangan, tahapan lelang itu akan berjalan dalam waktu enam bulan.

"Pengumuman tunggu panitia lelang. Kalau proses biasanya itu enam bulan selesai," ujarnya.

Untuk diketahui, pembangunan tol ini diperkirakan menelan investasi Rp 15,3 triliun. Adapun pelaksanaannya direncanakan dimulai tahun ini dan beroperasi pada 2021.

Secara teknis Tol Semarang-Demak memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung dan Demak.

Kecepatan rencana 100 kilometer per jam dengan arah pelebaran pada jalan tol ini adalah pelebaran ke dalam dengan jalur awal 2x2 dan jalur akhir 2x3.

Tol Semarang-Demak dibangun untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani kawasan utara Jawa. Seperti diketahui kondisi lalu lintas kawasan utara Jawa kepadatannya cukup tinggi.

Jalan tol ini akan diintegrasikan dengan tanggul laut di pantai utara Kota Semarang, mulai dari wilayah Kaligawe hingga Kali Sayung di Kabupaten Demak.

Tanggul laut tersebut berfungsi untuk mengatasi banjir, rob dan penurunan (land subsidence) di Semarang Utara bagian timur khususnya kawasan Kaligawe sampai Sayung.




Close Ads X